<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Penyakit dan Pengobatan alami</title>
	<atom:link href="http://info-obatalami.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://info-obatalami.com</link>
	<description>Informasi seputar penyakit dan pengobatan alami</description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 Nov 2011 12:39:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Obat Alami Diabetes Melitus</title>
		<link>http://info-obatalami.com/obat/obat-alami-diabetes-melitus</link>
		<comments>http://info-obatalami.com/obat/obat-alami-diabetes-melitus#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2011 06:39:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit diabetes melitus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://info-obatalami.com/?p=498</guid>
		<description><![CDATA[Penyakit diabetes melitus tipe 1 Sampai saat ini IDDM tidak dapat dicegah dan tidak dapat disembuhkan, bahkan dengan diet maupun olah raga. Kebanyakan penderita diabetes tipe 1 memiliki kesehatan dan berat badan yang baik saat penyakit ini mulai dideritanya. Selain itu, sensitivitas maupun respons tubuh terhadap insulin umumnya normal pada penderita diabetes tipe ini, terutama]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align: justify;">Penyakit diabetes melitus tipe 1</h1>
<p style="text-align: justify;">Sampai saat ini IDDM tidak dapat dicegah dan tidak dapat disembuhkan, bahkan dengan <a title="Diet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diet">diet</a> maupun <a title="Olah raga" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Olah_raga">olah raga</a>.  Kebanyakan penderita diabetes tipe 1 memiliki kesehatan dan berat badan  yang baik saat penyakit ini mulai dideritanya. Selain itu, sensitivitas  maupun respons tubuh terhadap insulin umumnya normal pada penderita  diabetes tipe ini, terutama pada tahap awal</p>
<p style="text-align: justify;">Penyebab terbanyak dari kehilangan sel beta pada diabetes tipe 1 adalah kesalahan reaksi <a title="Autoimunitas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Autoimunitas">autoimunitas</a> yang menghancurkan sel beta pankreas. Reaksi autoimunitas tersebut dapat dipicu oleh adanya infeksi pada tubuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat ini, diabetes tipe 1 hanya dapat diobati dengan menggunakan  insulin, dengan pengawasan yang teliti terhadap tingkat glukosa darah  melalui alat monitor pengujian darah. Pengobatan dasar diabetes tipe 1,  bahkan untuk tahap paling awal sekalipun, adalah penggantian insulin.  Tanpa insulin, <a title="Ketosis (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ketosis&amp;action=edit&amp;redlink=1">ketosis</a> dan <a title="Diabetic ketoacidosis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diabetic_ketoacidosis">diabetic ketoacidosis</a> bisa menyebabkan koma bahkan bisa mengakibatkan kematian. Penekanan  juga diberikan pada penyesuaian gaya hidup (diet dan olahraga). Terlepas  dari pemberian injeksi pada umumnya, juga dimungkinkan pemberian  insulin melalui <a title="Insulin pump (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Insulin_pump&amp;action=edit&amp;redlink=1">pump</a>,  yang memungkinkan untuk pemberian masukan insulin 24 jam sehari pada  tingkat dosis yang telah ditentukan, juga dimungkinkan pemberian dosis  (a <a title="Bolus (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bolus&amp;action=edit&amp;redlink=1">bolus</a>)  dari insulin yang dibutuhkan pada saat makan. Serta dimungkinkan juga  untuk pemberian masukan insulin melalui &#8220;inhaled powder&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Perawatan diabetes tipe 1 harus berlanjut terus. Perawatan tidak akan  memengaruhi aktivitas-aktivitas normal apabila kesadaran yang cukup,  perawatan yang tepat, dan kedisiplinan dalam pemeriksaan dan pengobatan  dijalankan. Tingkat Glukosa rata-rata untuk pasien diabetes tipe 1 harus  sedekat mungkin ke angka normal (80-120 mg/dl, 4-6 mmol/l).<sup>[<em><a title="Wikipedia:Mengutip sumber" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Mengutip_sumber">rujukan?</a></em>]</sup> Beberapa dokter menyarankan sampai ke 140-150 mg/dl (7-7.5 mmol/l)  untuk mereka yang bermasalah dengan angka yang lebih rendah, seperti  &#8220;frequent hypoglycemic events&#8221;.<sup>[<em><a title="Wikipedia:Mengutip sumber" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Mengutip_sumber">rujukan?</a></em>]</sup> Angka di atas 200 mg/dl (10 mmol/l) seringkali diikuti dengan rasa  tidak nyaman dan buang air kecil yang terlalu sering sehingga  menyebabkan dehidrasi.<sup>[<em><a title="Wikipedia:Mengutip sumber" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Mengutip_sumber">rujukan?</a></em>]</sup> Angka di atas 300 mg/dl (15 mmol/l) biasanya membutuhkan perawatan secepatnya dan dapat mengarah ke ketoasidosis.<sup>[<em><a title="Wikipedia:Mengutip sumber" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Mengutip_sumber">rujukan?</a></em>]</sup> Tingkat glukosa darah yang rendah, yang disebut hipoglisemia, dapat menyebabkan kehilangan kesadaran.</p>
<h1 style="text-align: justify;">Penyakit diabetes melitus tipe 2</h1>
<p style="text-align: justify;">Diabetes mellitus tipe 2 (<a title="Bahasa Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris">bahasa Inggris</a>: <em>adult-onset diabetes, obesity-related diabetes, non-insulin-dependent diabetes mellitus, NIDDM</em>) merupakan tipe diabetes mellitus yang terjadi bukan disebabkan oleh rasio <a title="Insulin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Insulin">insulin</a> di dalam sirkulasi darah, melainkan merupakan kelainan metabolisme yang disebabkan oleh mutasi pada banyak <a title="Gen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gen">gen</a>,<sup id="cite_ref-5"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diabetes_mellitus#cite_note-5">[6]</a></sup> termasuk yang mengekspresikan disfungsi <a title="Sel beta (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sel_beta&amp;action=edit&amp;redlink=1">sel ?</a>, gangguan <a title="Sekresi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sekresi">sekresi</a> <a title="Hormon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hormon">hormon</a> <a title="Insulin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Insulin">insulin</a>, resistansi sel terhadap insulin<sup id="cite_ref-6"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diabetes_mellitus#cite_note-6">[7]</a></sup> yang disebabkan oleh disfungsi <a title="Transporter glukosa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Transporter_glukosa#GLUT10">GLUT10</a><sup id="cite_ref-7"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diabetes_mellitus#cite_note-7">[8]</a></sup> dengan kofaktor hormon <a title="Resistin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Resistin">resistin</a> yang menyebabkan sel jaringan, terutama pada hati menjadi kurang peka terhadap insulin<sup id="cite_ref-jwk_leptin_8-0"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diabetes_mellitus#cite_note-jwk_leptin-8">[9]</a></sup> serta <a title="RBP4 (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=RBP4&amp;action=edit&amp;redlink=1">RBP4</a> yang menekan penyerapan glukosa oleh <a title="Otot lurik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Otot_lurik">otot lurik</a> namun meningkatkan sekresi gula darah oleh hati.<sup id="cite_ref-jwk_leptin_8-1"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diabetes_mellitus#cite_note-jwk_leptin-8">[9]</a></sup> Mutasi gen tersebut sering terjadi pada <a title="Kromosom 19 (manusia)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kromosom_19_%28manusia%29">kromosom 19</a> yang merupakan kromosom terpadat yang ditemukan pada <a title="Manusia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia">manusia</a>.<sup id="cite_ref-9"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diabetes_mellitus#cite_note-9">[10]</a></sup></p>
<p style="text-align: justify;">Pada NIDDM ditemukan ekspresi <a title="Transporter natrium glukosa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Transporter_natrium_glukosa#SGLT1">SGLT1</a> yang tinggi,<sup id="cite_ref-10"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diabetes_mellitus#cite_note-10">[11]</a></sup> rasio <a title="RBP4 (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=RBP4&amp;action=edit&amp;redlink=1">RBP4</a> dan hormon <a title="Resistin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Resistin">resistin</a> yang tinggi,<sup id="cite_ref-jwk_leptin_8-2"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diabetes_mellitus#cite_note-jwk_leptin-8">[9]</a></sup> peningkatan laju metabolisme <a title="Glikogenolisis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Glikogenolisis">glikogenolisis</a> dan <a title="Glukoneogenesis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Glukoneogenesis">glukoneogenesis</a> pada <a title="Hati" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hati">hati</a>,<sup id="cite_ref-jwk_leptin_8-3"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diabetes_mellitus#cite_note-jwk_leptin-8">[9]</a></sup> penurunan laju <a title="Reaksi oksidasi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reaksi_oksidasi&amp;action=edit&amp;redlink=1">reaksi oksidasi</a> dan peningkatan laju <a title="Reaksi esterifikasi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reaksi_esterifikasi&amp;action=edit&amp;redlink=1">reaksi esterifikasi</a> pada hati.<sup id="cite_ref-11"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diabetes_mellitus#cite_note-11">[12]</a></sup></p>
<p style="text-align: justify;">NIDDM juga dapat disebabkan oleh <a title="Dislipidemia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dislipidemia">dislipidemia</a><sup id="cite_ref-12"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diabetes_mellitus#cite_note-12">[13]</a></sup>, <a title="Lipodistrofi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lipodistrofi">lipodistrofi</a>,<sup id="cite_ref-jwk_leptin_8-4"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diabetes_mellitus#cite_note-jwk_leptin-8">[9]</a></sup> dan <a title="Sindrom resistansi insulin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sindrom_resistansi_insulin">sindrom resistansi insulin</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahap awal kelainan yang muncul adalah berkurangnya sensitifitas  terhadap insulin, yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di  dalam darah.<sup>[<em><a title="Wikipedia:Mengutip sumber" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Mengutip_sumber">rujukan?</a></em>]</sup> Hiperglisemia dapat diatasi dengan <a title="Obat anti diabetes (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Obat_anti_diabetes&amp;action=edit&amp;redlink=1">obat anti diabetes</a> yang dapat meningkatkan sensitifitas terhadap insulin atau mengurangi produksi glukosa dari <a title="Hepar (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hepar&amp;action=edit&amp;redlink=1">hepar</a>, namun semakin parah penyakit, sekresi insulin pun semakin berkurang, dan terapi dengan insulin kadang dibutuhkan.<sup>[<em><a title="Wikipedia:Mengutip sumber" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Mengutip_sumber">rujukan?</a></em>]</sup> Ada beberapa teori yang menyebutkan penyebab pasti dan mekanisme terjadinya resistensi ini, namun <a title="Obesitas sentral (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Obesitas_sentral&amp;action=edit&amp;redlink=1">obesitas sentral</a> diketahui sebagai faktor predisposisi terjadinya resistensi terhadap insulin, dalam kaitan dengan pengeluaran dari <a title="Adipokine (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Adipokine&amp;action=edit&amp;redlink=1">adipokines</a> ( nya suatu kelompok hormon) itu merusak toleransi glukosa.<sup>[<em><a title="Wikipedia:Mengutip sumber" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Mengutip_sumber">rujukan?</a></em>]</sup> Obesitas ditemukan di kira-kira 90% dari pasien dunia dikembangkan diagnosis dengan jenis 2 kencing manis.<sup>[<em><a title="Wikipedia:Mengutip sumber" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Mengutip_sumber">rujukan?</a></em>]</sup> Faktor lain meliputi mengeram dan sejarah keluarga, walaupun di dekade  yang terakhir telah terus meningkat mulai untuk memengaruhi anak remaja  dan anak-anak.<sup>[<em><a title="Wikipedia:Mengutip sumber" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Mengutip_sumber">rujukan?</a></em>]</sup></p>
<p style="text-align: justify;">Diabetes tipe 2 dapat terjadi tanpa ada gejala sebelum hasil  diagnosis. Diabetes tipe 2 biasanya, awalnya, diobati dengan cara  perubahan aktivitas fisik (olahraga), diet (umumnya pengurangan asupan <a title="Karbohidrat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbohidrat">karbohidrat</a>), dan lewat <a title="Pengurangan berat badan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pengurangan_berat_badan&amp;action=edit&amp;redlink=1">pengurangan berat badan</a>.  Ini dapat memugar kembali kepekaan hormon insulin, bahkan ketika  kerugian berat/beban adalah rendah hati,, sebagai contoh, di sekitar 5  kg ( 10 sampai 15 lb), paling terutama ketika itu ada di deposito  abdominal yang gemuk. Langkah yang berikutnya, jika perlu,, perawatan  dengan lisan [[ <a title="Antidiabetic drug (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Antidiabetic_drug&amp;action=edit&amp;redlink=1">antidiabetic drugs</a>.  [Sebagai/Ketika/Sebab] produksi hormon insulin adalah pengobatan pada  awalnya tak terhalang, lisan ( sering yang digunakan di kombinasi)  kaleng tetap digunakan untuk meningkatkan produksi hormon insulin (  e.g., sulfonylureas) dan mengatur pelepasan/release yang tidak sesuai  tentang glukosa oleh hati ( dan menipis pembalasan hormon insulin sampai  taraf tertentu ( e.g., <a title="Metformin (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Metformin&amp;action=edit&amp;redlink=1">metformin</a>),  dan pada hakekatnya menipis pembalasan hormon insulin ( e.g.,  thiazolidinediones). Jika ini gagal, ilmu pengobatan hormon insulin akan  jadilah diperlukan untuk memelihara normal atau dekat tingkatan glukosa  yang normal. Suatu cara hidup yang tertib tentang cek glukosa darah  direkomendasikan dalam banyak kasus, paling terutama sekali dan perlu  ketika mengambil kebanyakan pengobatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebuah zat penghambat <em>dipeptidyl peptidase 4</em> yang disebut <a title="Sitagliptin (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sitagliptin&amp;action=edit&amp;redlink=1">sitagliptin</a>, baru-baru ini diperkenankan untuk digunakan sebagai pengobatan diabetes mellitus tipe 2.<sup id="cite_ref-13"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diabetes_mellitus#cite_note-13">[14]</a></sup> Seperti zat penghambat <em>dipeptidyl peptidase 4</em> yang lain, sitagliptin akan membuka peluang bagi perkembangan sel tumor maupun kanker.<sup id="cite_ref-14"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diabetes_mellitus#cite_note-14">[15]</a></sup><sup id="cite_ref-15"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diabetes_mellitus#cite_note-15">[16]</a></sup></p>
<p style="text-align: justify;">Sebuah <a title="Fenotipe" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fenotipe">fenotipe</a> sangat khas ditunjukkan oleh NIDDM pada <a title="Manusia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia">manusia</a> adalah defisiensi <a title="Fosforilasi oksidatif" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fosforilasi_oksidatif">metabolisme oksidatif</a> di dalam <a title="Mitokondria" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mitokondria">mitokondria</a><sup id="cite_ref-16"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diabetes_mellitus#cite_note-16">[17]</a></sup> pada <a title="Otot lurik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Otot_lurik">otot lurik</a>.<sup id="cite_ref-17"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diabetes_mellitus#cite_note-17">[18]</a></sup><sup id="cite_ref-18"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diabetes_mellitus#cite_note-18">[19]</a></sup> Sebaliknya, <a title="Hormon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hormon">hormon</a> <a title="Tri-iodotironina" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tri-iodotironina">tri-iodotironina</a> menginduksi biogenesis di dalam mitokondria dan meningkatkan sintesis ATP sintase pada kompleks V, meningkatkan aktivitas <a title="Sitokrom c oksidase (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sitokrom_c_oksidase&amp;action=edit&amp;redlink=1">sitokrom c oksidase</a> pada kompleks IV, menurunkan <a title="Spesi oksigen reaktif" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Spesi_oksigen_reaktif">spesi oksigen reaktif</a>, menurunkan <a title="Stres oksidatif" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Stres_oksidatif">stres oksidatif</a>,<sup id="cite_ref-19"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diabetes_mellitus#cite_note-19">[20]</a></sup> sedang hormon <a title="Melatonin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Melatonin">melatonin</a> akan meningkatkan produksi <a title="Adenosina trifosfat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Adenosina_trifosfat">ATP</a> di dalam mitokondria serta meningkatkan aktivitas <em>respiratory chain</em>, terutama pada kompleks I, III dan IV.<sup id="cite_ref-20"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diabetes_mellitus#cite_note-20">[21]</a></sup> Bersama dengan <a title="Insulin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Insulin">insulin</a>, ketiga hormon ini membentuk siklus yang mengatur <a title="Fosforilasi oksidatif" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fosforilasi_oksidatif">fosforilasi oksidatif</a> mitokondria di dalam otot lurik.<sup id="cite_ref-21"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diabetes_mellitus#cite_note-21">[22]</a></sup> Di sisi lain, <a title="Metalotionein (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Metalotionein&amp;action=edit&amp;redlink=1">metalotionein</a> yang menghambat aktivitas <a title="GSK-3beta (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=GSK-3beta&amp;action=edit&amp;redlink=1">GSK-3beta</a> akan mengurangi risiko defisiensi otot jantung pada penderita diabetes.<sup id="cite_ref-22"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diabetes_mellitus#cite_note-22">[23]</a></sup><sup id="cite_ref-23"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diabetes_mellitus#cite_note-23">[24]</a></sup><sup id="cite_ref-24"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diabetes_mellitus#cite_note-24">[25]</a></sup></p>
<p style="text-align: justify;"><a title="Simtoma" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Simtoma">Simtoma</a> yang terjadi pada NIDDM dapat berkurang dengan dramatis, diikuti dengan pengurangan berat tubuh, setelah dilakukan bedah <em>bypass</em> usus. Hal ini diketahui sebagai akibat dari peningkatan <a title="Sekresi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sekresi">sekresi</a> hormon <a title="Inkretin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inkretin">inkretin</a>, namun para ahli belum dapat menentukan apakah metoda ini dapat memberikan kesembuhan bagi NIDDM dengan perubahan <a title="Homeostasis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Homeostasis">homeostasis</a> glukosa.<sup id="cite_ref-25"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diabetes_mellitus#cite_note-25">[26]</a></sup></p>
<p style="text-align: justify;">Pada terapi tradisional, <a title="Flavonoid" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Flavonoid">flavonoid</a> yang mengandung senyawa <a title="Hesperidin (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hesperidin&amp;action=edit&amp;redlink=1">hesperidin</a> dan <a title="Naringin (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Naringin&amp;action=edit&amp;redlink=1">naringin</a>, diketahui menyebabkan:<sup id="cite_ref-26"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diabetes_mellitus#cite_note-26">[27]</a></sup></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>peningkatan <a title="MRNA" href="http://id.wikipedia.org/wiki/MRNA">mRNA</a> <a title="Glukokinase (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Glukokinase&amp;action=edit&amp;redlink=1">glukokinase</a>,</li>
<li>peningkatan ekspresi <a title="Transporter glukosa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Transporter_glukosa#GLUT4">GLUT4</a> pada hati dan jaringan</li>
<li>peningkatan pencerap gamma proliferator <a title="Peroksisom" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Peroksisom">peroksisom</a></li>
<li>peningkatan rasio plasma hormon insulin, <a title="Protein C" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protein_C">protein C</a> dan <a title="Leptin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Leptin">leptin</a><sup id="cite_ref-27"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diabetes_mellitus#cite_note-27">[28]</a></sup></li>
<li>penurunan ekspresi <a title="Transporter glukosa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Transporter_glukosa#GLUT2">GLUT2</a> pada hati</li>
<li>penurunan rasio <a title="Plasma darah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Plasma_darah">plasma</a> <a title="Asam lemak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asam_lemak">asam lemak</a> dan kadar <a title="Trigliserida" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Trigliserida">trigliserida</a> pada hati</li>
<li>penurunan rasio plasma dan kadar <a title="Kolesterol" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kolesterol">kolesterol</a> dalam hati, antara lain dengan menekan <em>3-hydroxy-3-methylglutaryl-coenzyme reductase</em>, <a title="Asil-KoA (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asil-KoA&amp;action=edit&amp;redlink=1">asil-KoA</a>, <a title="Kolesterol asiltransferase (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kolesterol_asiltransferase&amp;action=edit&amp;redlink=1">kolesterol asiltransferase</a></li>
<li>penurunan oksidasi <a title="Asam lemak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asam_lemak">asam lemak</a> di dalam hati dan aktivitas <a title="Karnitina palmitoil (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Karnitina_palmitoil&amp;action=edit&amp;redlink=1">karnitina palmitoil</a>, antara lain dengan mengurangi sintesis <a title="Glukosa-6 fosfatase dehidrogenase (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Glukosa-6_fosfatase_dehidrogenase&amp;action=edit&amp;redlink=1">glukosa-6 fosfatase dehidrogenase</a> dan <a title="Fosfatidat fosfohidrolase (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fosfatidat_fosfohidrolase&amp;action=edit&amp;redlink=1">fosfatidat fosfohidrolase</a></li>
<li>meningkatkan laju lintasan <a title="Glikolisis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Glikolisis">glikolisis</a> dan/atau menurunkan laju lintasan <a title="Glukoneogenesis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Glukoneogenesis">glukoneogenesis</a></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">sedang naringin sendiri, menurunkan <a title="Transkripsi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Transkripsi">transkripsi</a> mRNA <a title="Fosfoenolpiruvat karboksikinase (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fosfoenolpiruvat_karboksikinase&amp;action=edit&amp;redlink=1">fosfoenolpiruvat karboksikinase</a> dan <a title="Glukosa-6 fosfatase (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Glukosa-6_fosfatase&amp;action=edit&amp;redlink=1">glukosa-6 fosfatase</a> di dalam <a title="Hati" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hati">hati</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Hesperidin merupakan senyawa organik yang banyak ditemukan pada buah jenis <a title="Jeruk" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jeruk">jeruk</a>, sedang naringin banyak ditemukan pada buah jenis <a title="Anggur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Anggur">anggur</a>.</p>
<h1 style="text-align: justify;">Penyakit diabetes melitus tipe 3</h1>
<p style="text-align: justify;"><strong>Diabetes mellitus gestasional</strong> (<a title="Bahasa Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris">bahasa Inggris</a>: <em>gestational  diabetes, insulin-resistant type 1 diabetes, double diabetes, type 2  diabetes which has progressed to require injected insulin, latent  autoimmune diabetes of adults, type 1.5&#8243; diabetes, type 3 diabetes, LADA</em>) atau diabetes melitus yang terjadi hanya selama kehamilan dan pulih setelah melahirkan, dengan keterlibatan <a title="Interleukin-6" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Interleukin-6">interleukin-6</a> dan <a title="Protein reaktif C (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Protein_reaktif_C&amp;action=edit&amp;redlink=1">protein reaktif C</a> pada lintasan <a title="Patogenesis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Patogenesis">patogenesisnya</a>.<sup id="cite_ref-28"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diabetes_mellitus#cite_note-28">[29]</a></sup> GDM mungkin dapat merusak kesehatan janin atau ibu, dan sekitar 20–50% dari wanita penderita GDM bertahan hidup.<sup>[<em><a title="Wikipedia:Mengutip sumber" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Mengutip_sumber">rujukan?</a></em>]</sup></p>
<p style="text-align: justify;">Diabetes melitus pada kehamilan terjadi di sekitar 2–5% dari semua  kehamilan. GDM bersifat temporer dan dapat meningkat maupun menghilang  setelah melahirkan. GDM dapat disembuhkan, namun memerlukan pengawasan  medis yang cermat selama masa kehamilan.</p>
<p style="text-align: justify;">Meskipun GDM bersifat sementara, bila tidak ditangani dengan baik  dapat membahayakan kesehatan janin maupun sang ibu. Resiko yang dapat  dialami oleh bayi meliputi makrosomia (berat bayi yang tinggi/diatas  normal), penyakit jantung bawaan dan kelainan sistem saraf pusat, dan  cacat otot rangka. Peningkatan hormon insulin janin dapat menghambat  produksi <a title="Surfaktan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surfaktan">surfaktan</a> janin dan mengakibatkan sindrom gangguan pernapasan. Hyperbilirubinemia  dapat terjadi akibat kerusakan sel darah merah. Pada kasus yang parah,  kematian sebelum kelahiran dapat terjadi, paling umum terjadi sebagai  akibat dari perfusi <a title="Plasenta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Plasenta">plasenta</a> yang buruk karena kerusakan vaskular. Induksi kehamilan dapat  diindikasikan dengan menurunnya fungsi plasenta. Operasi sesar dapat  akan dilakukan bila ada tanda bahwa janin dalam bahaya atau peningkatan  resiko luka yang berhubungan dengan makrosomia, seperti distosia bahu.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Diabetes mellitus gestasional</strong> (<a title="Bahasa Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris">bahasa Inggris</a>: <em>gestational  diabetes, insulin-resistant type 1 diabetes, double diabetes, type 2  diabetes which has progressed to require injected insulin, latent  autoimmune diabetes of adults, type 1.5&#8243; diabetes, type 3 diabetes, LADA</em>) atau diabetes melitus yang terjadi hanya selama kehamilan dan pulih setelah melahirkan, dengan keterlibatan <a title="Interleukin-6" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Interleukin-6">interleukin-6</a> dan <a title="Protein reaktif C (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Protein_reaktif_C&amp;action=edit&amp;redlink=1">protein reaktif C</a> pada lintasan <a title="Patogenesis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Patogenesis">patogenesisnya</a>.<sup id="cite_ref-28"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diabetes_mellitus#cite_note-28">[29]</a></sup> GDM mungkin dapat merusak kesehatan janin atau ibu, dan sekitar 20–50% dari wanita penderita GDM bertahan hidup.<sup>[<em><a title="Wikipedia:Mengutip sumber" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Mengutip_sumber">rujukan?</a></em>]</sup></p>
<p style="text-align: justify;">Diabetes melitus pada kehamilan terjadi di sekitar 2–5% dari semua  kehamilan. GDM bersifat temporer dan dapat meningkat maupun menghilang  setelah melahirkan. GDM dapat disembuhkan, namun memerlukan pengawasan  medis yang cermat selama masa kehamilan.</p>
<p style="text-align: justify;">Meskipun GDM bersifat sementara, bila tidak ditangani dengan baik  dapat membahayakan kesehatan janin maupun sang ibu. Resiko yang dapat  dialami oleh bayi meliputi makrosomia (berat bayi yang tinggi/diatas  normal), penyakit jantung bawaan dan kelainan sistem saraf pusat, dan  cacat otot rangka. Peningkatan hormon insulin janin dapat menghambat  produksi <a title="Surfaktan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surfaktan">surfaktan</a> janin dan mengakibatkan sindrom gangguan pernapasan. Hyperbilirubinemia  dapat terjadi akibat kerusakan sel darah merah. Pada kasus yang parah,  kematian sebelum kelahiran dapat terjadi, paling umum terjadi sebagai  akibat dari perfusi <a title="Plasenta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Plasenta">plasenta</a> yang buruk karena kerusakan vaskular. Induksi kehamilan dapat  diindikasikan dengan menurunnya fungsi plasenta. Operasi sesar dapat  akan dilakukan bila ada tanda bahwa janin dalam bahaya atau peningkatan  resiko luka yang berhubungan dengan makrosomia, seperti distosia bahu.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Solusi terbaik untuk penyakit diabetes mellitus adalah</strong>:</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu alternatif pengobatan untuk <strong>diabetes melitus </strong>dengan jelly gamat Gold G sea cucumber (ektrak teriapng/gamat).<br />
Menurut Dr.Ir.M. Ahkam Subroto, M.App.Sc., Periset Bioteknolog LIPI,<em> kandungan protein tinggi pada teripang yang mencapai 82%, baik   diberikan kepada penderita diabetes. Protein tinggi berperan   meregenerasi sel beta pankreas yang memproduksi insulin</em>. Hasilnya, produksi insulin meningkat. (Trubus 441, Agustus 2006, halaman 109).</p>
<p style="text-align: justify;">Dari  penelitian juga terbukti bahwa teripang/gamat memiliki  kandungan “Cell  Growth Factor” (faktor regenerasi sel) sehingga mampu  merangsang  regenerasi/pemulihan sel dan jaringan tubuh manusia yang  telah  rusak/sakit bahkan membusuk, sehingga menjadi sehat/pulih  kembali.  Contoh yang mudah misalnya pada kasus penderita diabetes  melitus. Selain  diminum, gamat juga dioleskan pada luka yang sudah  membusuk, bahkan  hampir diamputasi. Ternyata, “Cell Growth Factor”  mampu bekerja dengan  baik sehingga luka menjadi pulih dengan cepat.Info  pemesanan klik <a href="http://penyakit.biz/cara-pembelian" target="_blank">disini</a></p>
<p style="text-align: justify;">Kandungan kromium teripang juga membantu kinerja insulin untuk <strong>menurunkan diabetes. </strong>Caranya   melalui penyerapan glukosa berlebih dalam darah dan menyedot glukosa   masuk jaringan darah lebih cepat. Ini menyebabkan konsumsi teripang   mencegah serta memulihkan penyakit diabetes mellitus. Itu sebabnya   penyakit gula tinggi Suharmen lenyap dan pembusukan paru-paru terhambat.   Gamat kemudian meregenerasi sel paru-paru sehingga penyakitnya pulih,   walau membutuhkan waktu 2 tahun. Info pemesanan klik <a href="http://penyakit.biz/cara-pembelian" target="_blank">disini</a></p>
<p style="text-align: justify;">Ekstrak  teripang itulah yang kini menjadi buah bibir di masyarakat  Indonesia.  Banyak pasien berharap sembuh dari penyakit mematikan dengan   mengkonsumsi ekstraknya. Di sisi lain banyak pula dokter yang mengidap   penyakit tertentu, lalu mengkonsumsi teripang untuk diri sendiri dan   merasakan faedahnya. Episode berikutnya, sang dokter menganjurkan-jika   tak boleh dibilang meresepkan-kepada para pasien.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekadar  menyebut contoh, di Jakarta ada dr Pieter AW Pattinama MPH,  mantan  direktur RS PGI Cikini. Derita panjang akibat serangan diabetes  mellitus  sejak 1972 akhirnya berujung. Itu setelah ia melakukan terapi   akupunktur plus konsumsi ekstrak gamat. Kadar gula darah pria 59 tahun   itu semula 500 mg/dl turun menjadi 160 mg/dl dalam 2 bulan. (Trubus,   Edisi: Minggu, 02 Juli 2006 17:12:52).Info pemesanan klik <a href="http://penyakit.biz/cara-pembelian" target="_blank">disini</a></p>
<p style="text-align: justify;">Prof Dr dr  Askandar Tjokroprawiro SpPD dari Fakultas Kedokteran  Universitas  Airlangga, Surabaya, menegaskan insulin, hormon yang  diproduksi sel beta  pankreas berfungsi mengatur metabolisme glukosa  menjadi energi. Jika  jumlahnya berlebih dalam darah, muncullah  diabetes. Itu menyebabkan  berbagai komplikasi, seperti stroke, katarak,  jantung koroner, dan  gangren. Penderita diabetes juga rentan infeksi.</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak  penyebab kaki penderita diabetes mudah infeksi. Askandar  mencontohkan,  terkena knalpot, lecet akibat sepatu sesak, luka kecil  saat memotong  kuku, kompres kaki yang terlalu panas. Infeksi kaki mudah  timbul pada  penderita diabetes kronis yang dikenal sebagai penyulit  gangren atau  ulkus. Jika dibiarkan, infeksi mengakibatkan pembusukan  pada bagian luka  karena tidak mendapat aliran darah. Pasalnya, pembuluh  darah penderita  diabetes banyak tersumbat atau menyempit. Jika luka  membusuk, bagian  terinfeksi harus diamputasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal itulah  yang dialami M Fuad Hartoro Aji di Jakarta. Kadar gula  darahnya 700  mg/dl, kadar normal 200 mg/dl. Setelah menghentikan  konsumsi makanan  manis, nilai itu perlahan turun ke angka 200 mg/dl.  Walau Fuad merasa  tenang dengan angka itu, bukan berarti ancaman  hilang.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada  Oktober 2006 ketika sedang menikmati acara televisi, nyamuk  mengisap  darah di tubuhnya. Akibatnya, kulit pria kelahiran Jakarta itu  berbintik  kecil berwarna merah. Lantaran gatal, Fuad kerap  menggaruknya.  Hasilnya, bintik itu membesar dan membengkak dengan  diameter 4 cm. Bukan  itu saja, bentol itu berkembang menjadi 22 titik  disertai kaki  menghitam.</p>
<p style="text-align: justify;">Dokter  yang merawat Fuad memutuskan untuk mencongkel satu per satu  bentol itu.  Setelah dua hari rawat inap bengkak memang sirna, tapi yang  tersisa luka  sedalam 0,5 cm yang tak kunjung menutup. Luka itu juga  membuat Fuad  tidak bisa berjalan lantaran kakinya membesar dan sakit  jika dipijakkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Selama  satu tahun luka itu dibiarkan oleh Fuad. Pada Januari 2008  temannya,  Edi, menyodorkan ekstrak teripang oles dan jeli yang diminum.  ‘Saya  borehkan ekstrak teripang ke satu per satu luka hingga memenuhi   lubangnya,’ kata Fuad. Sedangkan jeli gamat dikonsumsinya 3 kali 2   sendok sehari. Tiga hari rutin mengoleskan jeli teripang Fuad   tercengang. Seluruh bekas luka menutup. Info pemesanan klik <a href="http://penyakit.biz/cara-pembelian" target="_blank">disini</a></p>
<p style="text-align: justify;">‘Itu  berkat kandungan asam amino tinggi,’ kata Walter K M Yee, ahli  gizi dari  Luxor Malaysia. Ada 11 asam amino dalam teripang, di  antaranya asam  eicosapentaenat (EPA) dan asam docosahexaenat (DHA) yang  tinggi,  masing-masing 25,69% dan 3,69%. Nilai EPA besar menandakan  kecepatan  teripang memperbaiki jaringan rusak.<br />
Wang H dan Zhang G dari Shanghai Institute of Hematology, Shanghai   Second Medical University, China mengungkap teripang kaya senyawa   glikosaminoglikan yang bersifat antipenggumpalan dan pembekuan darah.   Itu sebabnya luka Fuad lekas menutup.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kisah nyata lain  pemakai jelly gamat sembuh dari penyakit diabetes mellitus</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Gula Darah Saya Turun dan Kaki Tidak Terasa Sakit Lagi</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://penyakit.biz/cara-pembelian"><img title="image013" src="http://www.penyakit.biz/wp-content/uploads/2010/03/image013.jpg" alt="image013" width="66" height="88" /></a>Nama       :  Thio Yu Li<br />
Umur       : 64 Tahun<br />
Alamat     : Lampung<br />
Keluhan    : Kencing Manis &amp; Kaki Sakit<br />
Prodak        : Gold G Sea Cucumber jelly / gamat / teripang</p>
<p style="text-align: justify;">Saya  menderita kencing manis dan kaki sering sakit. Jika berjalan  dan berdiri  agak lama kaki sakit dan nyeri. Kepala saya juga tanpa  sadar sering  bergerak-gerak (ini sudah terjadi sekitar 8 tahun). Saya  sudah ke dokter  tetapi tambah lama kepala bergerak tambah cepat.  Kemudian anak saya  menyuruh saya minum Gold-G, 1 hari 2×3 sendok makan.<br />
Sekarang ini kepala saya sudah jarang bergerak-gerak sendiri tanpa sadar   dan setelah saya periksa kencing saya, ternyata gula darah turun dari   400 menjadi 250 kemudian turun menjadi 232 dan baru-baru ini turun   menjadi 218. Kaki saya juga sudah tidak terasa sakit dan nyeri. Sampai   saat ini dan seterusnya saya mengkonsumsi Gold-G untuk kesehatan saya.  Info pemesanan klik <a href="http://penyakit.biz/cara-pembelian" target="_blank">disini</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Trubus 468 – November 2008  ( Lepas dari Jeratan si Manis)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tiket pesawat ke Jakarta sudah di  tangan drg. Suyatno Sutopo.  Menjelang berangkat, tiba-tiba napasnya  terengah-engah. Dokter gigi itu  bersandar lemah di tepi tempat tidur.  Ini serangan jantung, harus  segera dibawa ke rumah sakit, tutur  Sutandyo, kakak ipar Suyatno, yang  juga dokter.</p>
<p style="text-align: justify;">Dini hari itu Sutandyo bergegas membawa  drg. Suyatno ke Semarang.  Sepanjang perjalanan Suyatno sulit bernapas.  Dokter yang memeriksanya  mendiagnosis Suyatno menderita infark. Infark  adalah matinya otot  jantung akibat tersumbatnya pembuluh darah koroner  yang memasok darah  ke otot jantung. Selain memvonis infark, dokter juga  menemukan kadar  gula darah yang tinggi: 400 mg/dl, kadar normal, 90-120  mg/dl.<br />
<a href="http://penyakit.biz/cara-pembelian"><img title="jelly-gamat-drg-suyatno" src="http://www.penyakit.biz/wp-content/uploads/2010/03/jelly-gamat-drg-suyatno.jpg" alt="jelly-gamat-drg-suyatno" width="282" height="299" /></a><br />
<strong>drg. Suyatno Sutopo, diabetes mellitus terkontrol berkat teripang / gamat</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Penyakit  yang disebut pertama, akhirnya sembuh setelah Suyatno  dirawat selama 10  hari. Sayang, kadar gula yang menjulang itu tak  kunjung turun. la  positif mengidap diabetes mellitus. Itulah sebabnya  ia mengkonsumsi obat  penurun kadar gula darah seperti glibenklamide,  amaryl, dan lactibet.  Namun, kadar gula darahnya tak kunjung normal.  Malahan kondisi kesehatan  tubuh Topo -panggilan akrab Suyatno- kerap  anjlok. Info pemesanan klik <a href="http://penyakit.biz/cara-pembelian" target="_blank">disini</a></p>
<p style="text-align: justify;">Keracunan Keton</p>
<p style="text-align: justify;">Suyatno  kerap letih dan mudah haus. Padahal, aktifitas sebagai  dokter praktek  dan dosen di sebuah universitas swasta sangat padat.  Alhasil Topo pun  kerap absen mengajar dan berpraktek. Meski disiplin  mengkonsumsi obat,  tetapi kadar gula darahnya tetap tinggi. Oleh karena  itu alumnus  Fakultas Kedoktcran Gigi Universitas Trisakti itu  memutuskan berhenti  bekerja sebagai dosen. Dengan istirahat cukup ia  berrharap cepat sembuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Harapan  itu sulit terwujud. la justru berkali-kali menginap di rumah  sakit  akibat kadar gula yang melambung. Pada Februari 2006, misalnya,  ia  muntah-muntah akibat kekurangan kalium sehingga kadar gula darahnya   melonjak. Itu akibat produksi insulin diabetesi -penderita diabetes   mellitus- amat rendah. Kalium bermanfaat meningkatkan kepekaan insulin,   sehingga proses pengurasan gula dalam darah berlangsung efektif.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://penyakit.biz/cara-pembelian"><img title="jelly-gamat-pankreas-insulin" src="http://www.penyakit.biz/wp-content/uploads/2010/03/jelly-gamat-pankreas-insulin-296x300.jpg" alt="jelly-gamat-pankreas-insulin" width="296" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Teripang / Gamat mengandung kolagen yang berperan meregenerasi sel</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Akibat  minimnya insulin, gula darah tidak digunakan untuk  menghasilkan energi.  Sebagai gantinya terpaksa tubuh memantfaatkan  lemak untuk menghasilkan  panas dan tenaga. Tanpa gula, pembakaran lemak  tidak berjalan sempurna.  Bau keton -senyawa kimia beracun yang bisa  menyebabkan darah menjadi  asam- pun menguar dari mulut Suyatno.</p>
<p style="text-align: justify;">Itu tanda  keracunan keton alias ketosis. Dampak keracunan keton,  Suyatno  muntah-muntah dan tegang. Jika bertambah buruk, dibarengi  kekurangan  kalium, menyebabkan koma, bahkan kematian.</p>
<p style="text-align: justify;">Minimnya  insulin dari kebutuhan tubuh, menurut Prof Dr Sumali  Wiryowidagdo, Apt.,  guru besar Farmasi Universitas Indonesia, penyebab  utama munculnya  diabetes. Kadar normal insulin dalam darah 3-20. Hormon  itu berperan  mengatur kadar gula darah. Jika kadar gula darah melebihi  normal, ginjal  ikut mengeluarkan gula bersamaan dengan urine.</p>
<p style="text-align: justify;">Gula  menarik cairan sehingga volume air kemih berlebihan. Akibatnya,   penderita kerap berurin. Karena kehilangan banyak cairan, penderita  pun  gampang haus. Di lain pihak, glukosa yang terbuang percuma bersama  urine  menyebabkan tubuh kehilangan energi. penderita penyakit yang  ditemukan  oleh seorang berkebangsaan Yunani Areteus (81-138 SM) itu,  menjadi  gampang lelah dan lapar.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kolagen</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tujuh  tahun sudah penyakit kencing manis itu tak kunjung sembuh,  meski  ditangani serius. Pada Mei 2008, Suyatno mendapat informasi  khasiat  teripang. Sejak itulah pria kelahiran 14 Oktober 1936 itu rutin   mengkonsumsi ekstrak teripang. Dosisnya 2 sendok makan 3 kali sehari.   Ekstrak teripang ia konsumsi sejam setelah obat dokter. Namun, 2 bulan   berselang gula darah puasanya justru anjok : 80 mg/dl; kadar normal :   126 mg/dl.</p>
<p style="text-align: justify;">Suyatno  kemudian bereksperimen hanya mengkonsumsi ekstrak teripang,  obat doktcr  dikesampingkan. Dosisnya tetap 2 sdm 3 kali sehari. Dua  bulan kemudian  ayah empat anak itu memeriksakan diri ke dokter.  Hasilnya, kadar gula  darahnya normal: sebelum makan 113-115 mg/dl dan  setelah makan 125-137  rng/dl.</p>
<p style="text-align: justify;">Teripang ampuh menurunkan kadar gula darah karena mengandung minimal 11 asam amino. Kesebelas asam amino itu adalah :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li> miristat,</li>
<li> palmitat,</li>
<li> palmitoleat,</li>
<li> stearat,</li>
<li> pleat,</li>
<li> linoleat,</li>
<li> arakhsidat,</li>
<li> eicosapantaenat,</li>
<li> behenat,</li>
<li> erusat, dan</li>
<li> dokosaheksacnat.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Kandungan  asam eicosapentaenat (EPA) dan asam dokosaheksannat (DHA)  relatif  tinggi, masing-masing 25,69% dan 3,69%. Nilai EPA besar  menandakan  kecepatan teripang dalam memperbaiki jaringan rusak dan  menghalangi  pembentukan prostaglandin penyebab radang tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Teripang  juga kaya protein, mencapai 82%. Menurut Dr Muhammad Ahkam  Subroto, Msc.  AppSc APU. periset Puslit Bioteknologi LIPI, teripang  baik dikonsumsi  penderita diabetes. Dari jumlah protein itu 80% berupa  kolagen. Protein  tinggi itu berperan meregenerasi sel beta pankreas  yang memproduksi  insulin. Akibatnya, produksi insulin meningkat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://info-obatalami.com/obat/obat-alami-diabetes-melitus/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Obat Tumor ovarium kista</title>
		<link>http://info-obatalami.com/obat/obat-tumor-ovarium-kista-2</link>
		<comments>http://info-obatalami.com/obat/obat-tumor-ovarium-kista-2#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2011 06:36:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tumor ovarium kista]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://info-obatalami.com/?p=494</guid>
		<description><![CDATA[Tumor ovarium kista Apakah kista ovarium itu? Kista adalah kantong berisi cairan, kista seperti balon berisi air, dapat tumbuh di mana saja dan jenisnya bermacam-macam. Kista yang berada di dalam atau permukaan ovarium (indung telur) disebut kista ovarium atau tumor ovarium. Kista ovarium sering terjadi pada wanita di masa reproduksinya. Sebagian besar kista terbentuk karena]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align: justify;">Tumor ovarium kista</h1>
<p style="text-align: justify;">Apakah kista ovarium itu?</p>
<p style="text-align: justify;">Kista adalah kantong berisi cairan,  kista seperti balon berisi air,  dapat tumbuh di mana saja dan jenisnya  bermacam-macam. Kista yang  berada di dalam atau permukaan ovarium  (indung telur) disebut kista  ovarium atau tumor ovarium.<br />
Kista ovarium sering terjadi pada wanita di masa reproduksinya. Sebagian   besar kista terbentuk karena perubahan kadar hormon yang terjadi  selama  siklus haid, produksi dan pelepasan sel telur dari ovarium.Gejala-gejalaSebagian besar kista ovarium tidak menimbulkan gejala, atau hanya   sedikit nyeri yang tidak berbahaya. Tetapi adapula kista yang berkembang   menjadi besar dan menimpulkan nyeri yang tajam. Pemastian penyakit   tidak bisa dilihat dari gejala-gejala saja karena mungkin gejalanya   mirip dengan keadaan lain seperti endometriosis, radang panggul,   kehamilan ektopik (di luar rahim) atau kanker ovarium.<br />
Meski demikian, penting untuk memperhatikan setiap gejala atau perubahan   ditubuh Anda untuk mengetahui gejala mana yang serius. Gejala-gejala   berikut mungkin muncul bila Anda mempunyai kista ovarium:</p>
<p style="text-align: justify;">-  Perut terasa penuh, berat, kembung<br />
-  Tekanan pada dubur dan kandung kemih (sulit buang air kecil)<br />
-  Haid tidak teratur<br />
-  Nyeri panggul yang menetap atau kambuhan yang dapat menyebar ke punggung bawah dan paha.<br />
-  Nyeri sanggama<br />
-  Mual, ingin muntah, atau pengerasan payudara mirip seperti pada saat hamil.</p>
<p style="text-align: justify;">Gejala-gejala berikut memberikan petunjuk diperlukan penanganan kesehatan segera:</p>
<p style="text-align: justify;">-  Nyeri perut yang tajam dan tiba-tiba<br />
-  Nyeri bersamaan dengan demam<br />
-  Rasa ingin muntah.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Salah satu alternatif untuk penyembuhan tumor ovarium kista dengan konsumsi jelly gamat, simak kisah nyata berikut :</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Teripang sang Penumpas Kista : Kisah Nyata –Sumber Majalah TRUBUS 447 – Februari 2007</p>
<p style="text-align: justify;">Rosadiah tak habis pikir, keinginannya  menambah anak justru berujung  penderitaan. Kista, kini berada dalam  rahimnya. Entah bagaimana daging  itu bisa bertandang di tubuh wanita  berusia 31 tahun itu. Apalagi  pertumbuhan penyebab kanker itu cukup  pesat, enam sentimeter dalam satu  bulan. “Jika berbulan-bulan pasti  membesar,” kata Diah.</p>
<p style="text-align: justify;">Kenangan pahit itu bermula pada medio  2006. Ketika itu Diah dan  suami, Cahyo, sepakat menambah keturunan  setelah Angela -anak  pertamanya- tumbuh semakin besar dan ingin memiliki  seorang adik.  Setelah berkonsultasi dengan ahli ginekologi dan  obstetri, Diah  diharuskan mengkonsumsi obat penyubur rahim untuk  mempercepat  kehamilan. Obat itu diminum satu tablet sehari. Betapa  girangnya Diah,  ketika siklus menstruasi yang seharusnya datang sebulan  kemudian, tak  juga kunjung tiba. Ia berhati-hati menjaga perut dari  benturan apa pun.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, kenyataan berkata lain.Tiga hari  setelah siklus menstruasi  lewat, Diah jatuh dari tempat tidur. Flek  kecoklatan mengalir dari  rahimnya. Takut terjadi hal yang tak  diinginkan, ia langsung  berkonsultasi ke ahli medis. Urine diperiksa  untuk mengetes kehamilan.  “Hasilnya negatif”, kata wanita kelahiran 4  Januari 1975 itu.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kista</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Diah yakin hari-hari sebelumnya janin  pernah tumbuh di perut. Tak  mau ada daging tertinggal, Diah menjalani  pemeriksaan ultrasonografi  (USG). Layar monitor menunjukkan ada gumpalan  berukuran 6 cm di dalam  tuba fallopinya. Ketika ahli medis memijat  bagian tengah perut. Diah  merasa nyeri tak tertahankan. Pun ketika  tangan dokter menyentuh  bulatan sebesar ibu jari di dalam rahim. Hal itu  meyakinkan dalam tubuh  Diah bersarang kista.</p>
<p style="text-align: justify;">Kista merupakan rongga tertutup berisi  cairan encer, kental, atau  setengah padat yang dilapisi epitel.  Sebetulnya kista kelainan yang  dapat ditemukan di berbagai bagian tubuh,  terutama di organ reproduksi  seperti indung telur, leher rahim, dan  rahim. Menurut dr Sidi Aritjahja  herbalis di Yogyakarta, kista adalah  tumor kelenjar sehingga namanya  tergantung letak kelenjar. Bila tumor  ada di ovarium disebut kista  ovarium; di ketiak, kista axial: di  payudara, kista mame.</p>
<p style="text-align: justify;">Dr Tagor Sidabutar. SpOG dari Rumah  Sakit PGI Cikini, menuturkan,  kista di kandungan berasal dari indung  telur. Kista ovarium  membahayakan karena menyerang dan mendesak sel  telur. Kista menekan  indung telur sehingga nyeri. Lalu timbul  perlengketan dan pergesekan di  usus dan menimbulkan nyeri.</p>
<p style="text-align: justify;">Hingga kini penyebab kista belum  diketahui. ‘”Dugaan sementara,  karena faktor genetik. Bila orangtuanya  ada kista atau tumor,  kernungkinan ia terserang kista,” kata dokter  alumnus University of  Paris, Perancis itu. Makanan mengandung hormon dan  kolsterol -makanan  cepat saji kaya hormon estrogen- juga memicu kista  endometriosis.  Begitu pula kebiasaan mengkonsumsi makanan yang  mcngandung radikal  bebas. Dampaknya, menurunkan antioksidan dalam tubuh  sehingga imunitas  berkurang.</p>
<p style="text-align: justify;">Pola hidup juga memicu kista. Contohnya,  merokok menyebabkan  perubahan genetik dalam sel. Menurut Sidi, kista  terjadi karena  sumbatan dan peradangan. Akibat sumbatan kolesterol pada  saluran  tertentu, sel-sel tumor tumbuh di tempat itu. Jika karena  peradangan  pada sel kelenjar terjadi sekresi berlebih. Sayangnya, gejala  tidak  tampak pada fisik seseorang. Oleh karena itu kista kerap  ditemukan  secara kebetulan lewat pemeriksaan USG.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Gamat</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Yang diderita Rosadiah adalah kista  ovarium. Sejak muncul kepastian  itu ia diharuskan meminum 2 tablet  antibiotik setup hari. lika tablet  itu tidak memperkecil kista. mau tak  mau operasi pengangkatan tumor  harus dilakukan sebelum menyebar menjadi  kanker rahim.</p>
<p style="text-align: justify;">Sang suami yang ikut merasakan  penderitian langsung menceritakan  kepada ibunya, Theresia Suyatmin  perihal penyakit istri. Wanita  kelahiran 55 tahun silam itu langsung  teringat artikel Trubus tentang  teripang yang menjinakkan tumor.  Theresia langsung meminta Cahyo datang  mengambil herbal itu ke rumahnya.  “Saya lebih suka menggunakan herbal  dibandingkan obat-obatan kimia,”  ujar Theresia. Sebab, obat kimia  cenderung berefek samping merugikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Awalnya Cahyo tak setuju istrinya.  menenggak herbal. Maklum  efektivitas pernyembuhan penyakit dengan herbal  masih meragukan  farmakolog di sebuah perusahaan farmasi itu. Lantaran  ibunya yang  menyodorkan, mau tak mau gamat -sebutan teripang di  Malaysia- menjadi  jalan menuju kesembuhan. Apalagi Diah sangat takut  menghadapi peralatan  medis di ruang operasi. Gamat pun rutin diminum dan  antibiotik  dicampakkan Dosisnya 2 sendok makan per hari.</p>
<p style="text-align: justify;">Efek gamat mulai terasa sebulan  kemudian. Saat siklus haid datang,  mata Diah tak berkunang-kunang atau  mual dan nyeri seperti biasanya.  Bahkan. ia tahu “si tamu bulanan” sudah  datang. Janji dengan dokter  kandungan ditepatinya pada hari kedua haid.  Perneriksaan dokter diawali  dengan memijat perut Diah. “Tak terasa  apa-apa, sakitnya sudah  hilang,” kata Diah saat itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Lantas dokter memeriksa langsung  menggunakan tangan. Ahli medis itu  terkejut, kista sudah pecah sehingga  tidak lagi diperolehnya. Hasil  pemeriksaan USG menunjukkan tumor di  rahim tinggal 2 cm. Hal itu  menggembirakan ibu satu anak itu. Sebab.  Diah tak perlu melakukan  operasi pengangkatan. Sang dokter pun  menyarankan melanjutkan konsunisi  teripang untuk menuntaskan kista.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Glikosida</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Keampuhan gamat mengusir tumor  dibuktikan oleh Jaime Rodriguez dari  Facultad de Quimica. Universidad de  Santiago de Compostela, Spanyol.  Periset itu menguji khasiat teripang  terhadap penumpasan sel kanker  limpa P-388. A-549 (kanker paru-paru).  HeLa (tumor rahim), dan B-18-Fl  (melanoma).</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk mengetahui senyawa aktif yang  berpengaruh, Jamie mengekstrak  300 teripang dalam metanol. Sehabis  dikeringkan tersisa 79 ekstrak  teripang bubuk. Ekstrak itu kemudian  dimasukkan ke alat kromatografi.  Diperolehlah 0.93 g glikosida.  Glikosida merupakan senyawa alami yang  terdapat dalam tumbuhan bersifat  antitumor dan antikanker.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah dimasukkan ke alat  rekromatografi DCCC, terlihat kandungan  glikosida berupa 40 mg  holothurinoside A ; 9 mg  holothurinoside B ;15  mg holothurinoside C ;  10 mg  holothurinoside D, dan 20 mg  des-holothurin A. Kelima senyawa  itulah yang terbukti efektif  menggempur segala tumor.</p>
<p style="text-align: justify;">Tong Y dari Divisi Farmakologi  Antitumor, Shanghai Institute of  Materia Medica, Chinese Academy of  Sciences, Shanghai, China, menemukan  senyawa antitumor lain yang disebut  filinopsida A yang mencegah  pembentukan pembuluh darah mikro baru atau  angiogenesis pada set tumor.  Penyuntikkan 2-10 mikroliter filinopsida A  pada aorta tikus menyebakan  set tumor tidak mendapat pasokan nutrisi  sehingga urung berkembang dan  mati.</p>
<p style="text-align: justify;">Itulah yang terjadi pada Diah. Kista di  rahininya semakin menciut  lantaran tak mendapatkan makanan. Selain  glikosida dan saponin,  kandungan asam amino teripang yang lengkap juga  memperkuat kekebalan  tubuh sehingga ketahanan terhadap penyakit seperti  kanker dan tumor  kian meningkat. (Vina Fitriani). Info pemesanan klik <a href="http://penyakit.biz/cara-pembelian" target="_blank">disini</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Simak kisah nyata lainya : </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah 4 Bulan, Saya Sembuh dari Tumor Ovarium, Kista Polip pada serviks</p>
<p style="text-align: justify;">Nama         : Ernawati, S.Pd<br />
Umur         : 38 Tahun<br />
Alamat       :Lampung<br />
Keluhan      :Tumor pada ovarium, kista, polip pada cervic<br />
Jenis Prodak : Gold G Sea Cucumber /teripang/gamat</p>
<p style="text-align: justify;"><img title="Tumor_ovarium_kista" src="http://www.penyakit.biz/wp-content/uploads/2010/03/ernawati.jpg" alt="Tumor_ovarium_kista" width="80" height="104" />Awal   Maret 2007, hasil diagnosa dokter menunjukan bahwa saya mengidap tumor   pada ovarium, kista dan polip bertangkai pada cervic (inflametory  polip  endocervic). Sebelumnya saya mengalami gejala keputihan ± 9  bulan.  Selama ± 4 bulan, saya dalam perawatan dokter spesialis penyakit  kanker.  Ternyata tidak ada perubahan yang berarti , lalu saya  ditawarkan oleh  teman yang juga seorang dokter untuk mengkonsumsi  Gold-G. Akhirnya  dengan ketekunan dan keyakinan dalam waktu 1 bulan  sudah menunjukkan  kemajuan. Lalu saya memutuskan untuk mengkonsumsi  Gold-G dengan rutin  sampai sekarang. Alhamdulilah saya sudah melewati  masa kritis dan  kesehatan saya sekarang sudah seperti semula(sembuh).<br />
Namun untuk dapat hasil yang maksimal, saya tetap mengkonsumsi Gold-G.   Disamping itu untuk membuktikan keberadaan tumor tetap saya periksakan   juga dan hasilnya baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Teripang mampu menjinakkan tumor alias bersifat antitumor berkat  senyawa terpen bernama philipnoside. Hal  itu dibuktikan oleh Tong Y  dari Divisi Farmakologi Antitumor, Shanghai,  China. Setelah mengisolasi  senyawa saponin sulfat dari teripang, Tong  menyuntikkan 2-10  mikroliter philinopside A pada aorta tikus. Senyawa  itu terbukti  mencegah pembentukan pembuluh darah mikro baru. Akibatnya,  sel tumor  tidak mendapat pasokan nutrisi sehingga sel urung berkembang  dan  akhirnya mati.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Wahyu Suprapto, dokter dan  herbalis di Malang, Jawa Timur,  tumor lemak di bawah lapisan kulit juga  bisa diluruhkan tanaman herbal  yang memiliki senyawa saponin alias  triterpen. Herbal itu antara lain  mahkota dewa, sambiloto, jahe, dan  daun dewa. ‘Ada banyak herbal yang  bisa meluruhkan tumor dari kulit.  Namun, yang paling penting pencegahan  sedari awal agar tumor tak  hinggap,’ kata Wahyu. Itu bisa diperoleh  dengan menjauhi makanan  berlemak, olahraga, dan hidup tanpa mengisap  rokok. Info pemesanan klik <a href="http://penyakit.biz/cara-pembelian" target="_blank">disini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://info-obatalami.com/obat/obat-tumor-ovarium-kista-2/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tumor rahang</title>
		<link>http://info-obatalami.com/obat/tumor-rahang</link>
		<comments>http://info-obatalami.com/obat/tumor-rahang#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2011 06:34:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[penyakit tumor rahang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://info-obatalami.com/?p=492</guid>
		<description><![CDATA[Tumor rahang Kisah Nyata : Teripang Kendalikan Tumor Rahang :  Sumber :  Majalah Trubus 473 – April 2009 Sri rejeki tak sepakat dengan syair lagu yang dilantunkan penyanyi Hamdan ATT. “Lebih baik sakit gigi daripada sakit hati ini, biar tak mengapa…” enam giginya dicabut sekaligus menyisakan sakit tak terperi.Sri Rejeki harus merelakan 6 giginya dipaksa]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align: justify;">Tumor rahang</h1>
<p style="text-align: justify;"><em>Kisah Nyata : Teripang Kendalikan Tumor Rahang :  Sumber :  Majalah Trubus 473 – April 2009</em></p>
<p style="text-align: justify;">Sri rejeki  tak sepakat dengan syair lagu yang dilantunkan penyanyi  Hamdan ATT.  “Lebih baik sakit gigi daripada sakit hati ini, biar tak  mengapa…” enam  giginya dicabut sekaligus menyisakan sakit tak terperi.Sri Rejeki  harus merelakan 6 giginya dipaksa tanggal dalam waktu  bersamaan. Itu  setelah dokter mendiagnosis rahang atas Sri positif  tumor. Perempuan 35  tahun itu teringat peristiwa 30 tahun lampau. Saat  berusia 10 tahun ia  terjatuh keras ke gorong-gorong di dekat rumahnya.  Rahangnya bergeser.  meski akhirnya sembuh. Tak jelas apakah tragedi  masa lalu itu sebagai  pemicu tumor rahang alas.<br />
<img title="obat_tumor_rahang" src="http://www.penyakit.biz/wp-content/uploads/2010/03/obat_tumor_rahang.jpg" alt="obat_tumor_rahang" width="134" height="136" />Yang   jelas pada Februari 1992 ia merasakan sakit gigi dan muncul sebongkah   daging di langit-langit mulut. Dua bulan berselang, benjolan itu   membesar seukuran 4 kali kelereng. Bukan hanya itu, nyeri hebat di   kepala ia rasakan. Perempuan kelahiran 29 Agustus 1974 itu hanya bisa   terbaring. “Malu jika keluar rumah karena muka saya seperti bengap,   seperti dipukuli orang,” kata Sri.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tumor lagi</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Menyembunyikan  penderitaan tak mengatasi masalah. Oleh karena itu ia  mendatangi dokter  spesialis bedah mulut. Saat itulah dokter  mendiagnosis Sri positif  ameloblastoma alias tumor pada rahang kiri.  Dokler menyarankan agar ia  opname uniuk pengambilan tumor. Sebelum  operasi, dokter mencabut 6 gigi  geraham Sri. Tujuannya memudahkan  pengangkatan tumor.</p>
<p style="text-align: justify;">Usai  operasi, ia mengenakan gigi palsu. Operasi lancar dan nyeri pun  hilang,  Wajah Sri kembali seperti semula, tak lagi bengap. la kembali  menjalani  aktivitas sehari-hari menjadi pedagang kelontong di  Penggilingan,  Jakarta Timur. Sri Rejeki tentu bungah bisa mengais  rezeki kembali.  Namun, petaka itu kembali datang. Tumor datang lagi 10  tahun usai Sri  menjalani operasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada 2003  giliran rahang kiri belakang yang terserang tumor. “Rasa  sakitnya lebih  parah dibanding sebelumnya.” kata Sri. Dengan wajah  menggembung hingga  bawah mata, ia pun mendatangi dokter spesialis bedah  mulut. Seluruh  rahang kirinya mesti diangkat untuk pengambilan tumor.  Saat jam operasi  tiba, Sri berubah pikiran: membatalkan operasi. la  takut suaranya  berubah menjadi sengau sebagai efek samping operasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sri lebih  memilih menggunakan beragam, herbal seperti mahkota dewa.  Ia mendidihkan  100 gram mahkota dewa kering dalam dua gelas air. Ramuan  itu memang  membuat, tumornya tak membesar, tetapi tak juga mengecil.  la juga  berpantang beberapa jenis makanan. Bahan pangannya hanya  ubijalar dan  singkong lunak karena mulut Sri sulit mengunyah bahan  pangan lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Pecah</p>
<p style="text-align: justify;">Jalan  kesembuhan terkuak ketika sang kakak menyarankan ekstrak  teripang  berbentuk jelly. Mulai September 2008 Sri rutin mengkonsumsi  sesendok  ekstrak teripang 2 kali sehari. la juga menelan 10 tablet  spirulina  sekaligus sehari setelah makan. Perubahan pertama yang ia  rasakan usai  konsumsi teripang-spirulina itu adalah tidurnya nyenyak.  Sebelum  konsumsi ia kerap terjaga. Selain itu sakit kepala yang kerap  kali  datang mulai berkurang.Dua bulan  kemudian, ketika bercermin, Sri kaget melihat mulutnya  penuh darah. la  terhenyak panik. Namun.setelah mengetahui benjolan  besar di rahangnya  pecah, ia tenang. Benjolan pecah itu diikuti dengan  mengempisnya wajah  yang menggembung. Setelah 3 bulan ia sudah bisa  mengunyah berbagai  makanan dan nafsu makannya pun meningkat. Itu  terlihat dai bobot  tubuhnya, dari 65 kg menjadi 77 kg.Menurut  Abdul Latif dari Departemen Bedah Mulut Fakultas Kedokteran  Gigi  Universitas Indonesia, ameloblastoma bersifat jinak, tumbuh  lambat, dan  penyebarannya ke stroma jaringan ikat. Tumor bakal kambuh  bila operasi  tidak sempuma- Ameloblastoma bisa tumbuh lagi setelah  pencabutan gigi.  pengangkatan kista, dan intasi rongga mulut.Ameloblastoma, tumor di rahang bersifat jinak dan tumbuh lambat. Efeknya pembengkakan yang menyebabkan bentuk wajah berubahAmeloblastoma  menyerang semua kelompok usia. terutama pada 40-50  tahun. Orang yang  terserang ameloblastoma jarang menunjukkan gejala  khas sehingga tumor  itu jarang terdiagnosis dini. Ukuran pembengkakan  akibat ameloblastoma  bervariasi sehingga menyebabkan bentuk waiah  berubah.Ekstrak  teripang ampuh mengatasi ameloblastoma? Begitulah pengalaman  empiric Sri  Rejeki. Satwa laut itu terbukti antitumor dan antikanker  sebagalmana  riset ilmiah Jaime Rodriguez, periset dari Fakultas Kimia,  Universidad  de Santiago de Compostelo. Spanyol. itu mengekstrak 300  teripang dalam  pelarut metanol. Dalam uji praklinis. ekstrak teripang  aktif membunuh  set heLa (tumor rahim) dan B-18-Fl (melanoma).</p>
<p style="text-align: justify;">Senyawa  yang berperan adalah glikosida yang bersitat antitumor dan  antikanker.  Teripang mengandung 0.93 g glikosida. Kandungan glikosida  dalam teripang  terdiri atas 40 mg holothunnoside A ; 9 mg  holothunnoside B ;15 mg  holothunnoside C ; 10 mg holothurinoside D ;  dan 20 mg holothurin A.  Kelima senyawa itulah yang terbukti efektif  menggempur tumor.(Vina  Fitriani) Info pemesanan klik <a href="http://penyakit.biz/cara-pembelian" target="_blank">disini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://info-obatalami.com/obat/tumor-rahang/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Obat Luka Bakar</title>
		<link>http://info-obatalami.com/obat/obat-luka-bakar-2</link>
		<comments>http://info-obatalami.com/obat/obat-luka-bakar-2#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2011 06:31:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[obat luka bakar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://info-obatalami.com/?p=490</guid>
		<description><![CDATA[obat luka bakar Menurut dr Dendi Sudiono SpKK, spesialis kulit dan kelamin, ‘Untuk mengatasi luka bakar diperlukan bahan-bahan yang mengandung banyak kolagen. Sejatinya kulit kita mempunyai senyawa kolagen. Senyawa itu terbentuk dari jaringan serabut elastin dan serabut kolagen. Keduanya bahu-membahu, saling mengisi, dan membuat keras serta kencang lapisan kulit bagian atas. Selain itu, kolagen juga]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align: justify;">obat luka bakar</h1>
<p style="text-align: justify;">Menurut dr Dendi Sudiono SpKK, spesialis kulit dan kelamin, ‘Untuk mengatasi <strong>luka bakar </strong>diperlukan   bahan-bahan yang mengandung banyak kolagen. Sejatinya kulit kita   mempunyai senyawa kolagen. Senyawa itu terbentuk dari jaringan serabut   elastin dan serabut kolagen. Keduanya bahu-membahu, saling mengisi, dan   membuat keras serta kencang lapisan kulit bagian atas. Selain itu,   kolagen juga menyumpal bagian permukaan kulit yang tak merata, termasuk   keriput serta kulit bekas jerawat.</p>
<p style="text-align: justify;">Keampuhan ekstrak teripang untuk  mengatasi luka bakar amat sohor di  Malaysia. Dr Yakob Hasaan dari  Universitas Malaya membuktikannya.  Neneknya pernah menjalani operasi  leparaktomi alias pengambilan kulit  perut di bagian tengah. Darah terus  mengalir dari bekas sayatan dan  luka kian meluas. Setelah meminum air  rebusan teripang selama seminggu,  luka sepanjang 15 cm itu kering serta  perih pun hilang.</p>
<p style="text-align: justify;">Lantaran penasaran, Hassan membawa  rebusan teripang ke laboratorium  di Kualalumpur, Malaysia. Ahli  farmakologi klinis itu membuat  percobaan. Tiga kelompok kelinci  masing-masing terdiri atas 5 ekor  disayat hingga menimbulkan luka  sepanjang 10 cm. Luka sayat pada  kelompok pertama diolesi air rebusan  teripang; kelompok II, yodium;  kelompok III, tanpa perlakuan. Air  rebusan teripang dan yodium  diberikan 3 kali sehari. Dua hari berselang,  luka kelompok pertama  mengering; kedua tetap basah; ke-3, terinfeksi.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Prof Zaiton Hassan dan M. A  Kaswandi dari Universitas  Kebangsaan Malaysia, efek penyembuhan luka itu  juga lantaran kandungan  asam lemaknya. Kandungan asam lemak teripang  Stichopus chloronotus  antara lain miristat, palmitat, palmitoleat,  stearat, oleat, linoleat,  arakhsidat, behenat, erusat, eicosapentaenat  (EPA), dan docosahexaenat  (DHA). Kedua senyawa terakhir itulah yang  berperan memperbaiki jaringan  rusak.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk luka kecelakaan</p>
<p style="text-align: justify;">Teripang  memang berkhasiat memperkokoh tulang dan sendi. Satwa laut  itu  mengandung kondroitin sulfat yang mujarab mencegah pengeroposan  tulang.  Senyawa aktif itu juga ampuh memperbaiki dan membangun kembali  tulang  rawan, pembentuk sendi yang terkikis akibat kecelakaan atau  benturan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tulang kuat karena cukupnya ketersediaan  kolagen dalam tubuh.  Menurut Prof Dr Ridzwan Hashim, periset dari  Universitas Kebangsaan  Malaysia, teripang mengandung 86% protein yang  mudah diuraikan enzim  pepsin. Dari jumlah itu, kolagen merupakan 80% di  antaranya. Kandungan  protein dalam teripang-terutama kolagen-berkhasiat  mengikat jaringan  dalam pertumbuhan tulang dan sendi. Dalam proses  pertumbuhan tulang,  pasokan suplemen kalsium saja tidak cukup lantaran  tulang terdiri dari  kalsium fosfat dan kolagen sebagai pengisi.</p>
<p style="text-align: justify;">Serat-serat kolagen mengisi 90-95% dari  matriks organik tulang,  sementara sisanya berupa medium gelatin homogen  yang disebut sebagai  substansi dasar. Serat mempengaruhi kemampuan  tulang untuk meregang  yang kuat. Sedangkan hidroksiapatit atau garam  kristal diendapkan di  dalam matriks tulang terutama terdiri atas kalsium  dan fosfat.</p>
<p style="text-align: justify;">Komponen kalsium dan fosfor membuat  tulang keras dan kaku mirip  semen. Sementara serat-serat kolagen membuat  tulang mirip kawat baja  pada tembok. Tanpa kehadiran kolagen yang  mencukupi, tulang mudah rapuh  dan mudah pecah.</p>
<p style="text-align: justify;">Kolagen adalah senyawa protein sebagai  bahan utama penyusun kulit,  tulang, gigi, otot, dan sel-sel tubuh kita.  Fungsi kolagen untuk  meningkatkan kesehatan bagian-bagian tubuh itu dan  mengoptimalkan  metabolisme sel. Dalam tubuh manusia, kolagen menyusun  setidaknya 75%  dari seluruh lapisan kulit.( Trubus, Senin, Maret 03,  2008 11:48:52)</p>
<h4 style="text-align: justify;"><a href="http://www.penyakit.biz/cara-pembelian">untuk pemesanan klik cara pemesanan obat luka bakar</a></h4>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://info-obatalami.com/obat/obat-luka-bakar-2/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Obat Penyakit Hepatitis</title>
		<link>http://info-obatalami.com/obat/obat-penyakit-hepatitis-2</link>
		<comments>http://info-obatalami.com/obat/obat-penyakit-hepatitis-2#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2011 06:25:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit hepatitis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://info-obatalami.com/?p=485</guid>
		<description><![CDATA[Penyakit hepatitis Penyakit Hepatitis adalah penyakit yang disebabkan oleh beberapa jenis virus yang menyerang dan menyebabkan peradangan serta merusak sel-sel organ hati manusia. Hepatitis diketegorikan dalam beberapa golongan, diantaranya hepetitis A,B,C,D,E,F dan G. Di Indonesia penderita penyakit Hepatitis umumnya cenderung lebih banyak mengalami golongan hepatitis B dan hepatitis C. namun disini kita akan membahas pada]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align: justify;">Penyakit hepatitis</h1>
<p style="text-align: justify;">Penyakit Hepatitis  adalah penyakit yang disebabkan oleh beberapa  jenis virus yang menyerang  dan menyebabkan peradangan serta merusak  sel-sel organ hati manusia.  Hepatitis diketegorikan dalam beberapa  golongan, diantaranya hepetitis  A,B,C,D,E,F dan G. Di Indonesia  penderita penyakit Hepatitis umumnya  cenderung lebih banyak mengalami  golongan hepatitis B dan hepatitis C.  namun disini kita akan membahas  pada fokus artikel penyakit Hepatitis  B  dan C.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>A.  Penyakit Hepatitis B<br />
</strong><br />
Hepatitis B merupakan salah satu penyakit menular yang tergolong   berbahaya didunia, Penyakit ini disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB)   yang menyerang hati dan menyebabkan peradangan hati akut atau menahun.   Seperti hal Hepatitis C, kedua penyakit ini dapat menjadi kronis dan   akhirnya menjadi kanker hati. Proses penularan Hepatitis B yaitu melalui   pertukaran cairan tubuh atau kontak dengan darah dari orang yang   terinfeksi Hepatitis B.</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun beberapa hal yang menjadi pola  penularan antara lain  penularan dari ibu ke bayi saat melahirkan,  hubungan seksual, transfusi  darah, jarum suntik, maupun penggunaan alat  kebersihan diri (sikat  gigi, handuk) secara bersama-sama. Hepatitis B  dapat menyerang siapa  saja, akan tetapi umumnya bagi mereka yang berusia  produktif akan lebih  beresiko terkena penyakit ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>1. Gejala Hepatitis B</em></strong><br />
Secara khusus tanda dan gejala terserangnya hepatitis B yang akut adalah   demam, sakit perut dan kuning (terutama pada area mata yang   putih/sklera). Namun bagi penderita hepatitis B kronik akan cenderung   tidak tampak tanda-tanda tersebut, sehingga penularan kepada orang lain   menjadi lebih beresiko.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Penanganan dan Pengobatan Hepatitis B<br />
Penderita yang diduga Hepatitis B, untuk kepastian diagnosa yang   ditegakkan maka akan dilakukan periksaan darah. Setelah diagnosa   ditegakkan sebagai Hepatitis B, maka ada cara pengobatan untuk hepatitis   B, yaitu pengobatan telan (oral) dan secara injeksi.<br />
a. Pengobatan oral yang terkenal adalah ;<br />
- Pemberian obat Lamivudine dari kelompok nukleosida analog, yang   dikenal dengan nama 3TC. Obat ini digunakan bagi dewasa maupun   anak-anak, Pemakaian obat ini cenderung meningkatkan enzyme hati (ALT)   untuk itu penderita akan mendapat monitor bersinambungan dari dokter.<br />
- Pemberian obat Adefovir dipivoxil (Hepsera). Pemberian secara oral   akan lebih efektif, tetapi pemberian dengan dosis yang tinggi akan   berpengaruh buruk terhadap fungsi ginjal.<br />
- Pemberian obat Baraclude (Entecavir). Obat ini diberikan pada   penderita Hepatitis B kronik, efek samping dari pemakaian obat ini   adalah sakit kepala, pusing, letih, mual dan terjadi peningkatan enzyme   hati. Tingkat keoptimalan dan kestabilan pemberian obat ini belum   dikatakan stabil.</p>
<p style="text-align: justify;">b. Pengobatan dengan injeksi/suntikan adalah ;<br />
Pemberian suntikan Microsphere yang mengandung partikel radioaktif   pemancar sinar ß yang akan menghancurkan sel kanker hati tanpa merusak   jaringan sehat di sekitarnya. Injeksi Alfa Interferon (dengan nama   cabang INTRON A, INFERGEN, ROFERON) diberikan secara subcutan dengan   skala pemberian 3 kali dalam seminggu selama 12-16 minggu atau lebih.   Efek samping pemberian obat ini adalah depresi, terutama pada penderita   yang memilki riwayat depresi sebelumnya. Efek lainnya adalah terasa   sakit pada otot-otot, cepat letih dan sedikit menimbulkan demam yang hal   ini dapat dihilangkan dengan pemberian paracetamol.</p>
<p style="text-align: justify;">Langkah-langkah pencegahan agar  terhindar dari penyakit Hepatitis B  adalah pemberian vaksin terutama  pada orang-orang yang beresiko tinggi  terkena virus ini, seperti mereka  yang berprilaku sex kurang baik  (ganti-ganti pasangan/homosexual),  pekerja kesehatan (perawat dan  dokter) dan mereka yang berada didaerah  rentan banyak kasus Hepatitis  B.</p>
<h6 style="text-align: justify;"><strong>Untuk  yang sudah jenuh dengan pengobatan kimia salah satu  obat alami terbaik  untuk  hepatitis yaitu dengan jelly gamat gold d dan  spirulina , alasan  ilmiahnya</strong><strong> </strong></h6>
<ul style="text-align: justify;">
<li>
<h6><strong>Jelly Gamat gold</strong><strong><br />
</strong></h6>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Dokter Hariadi yang dihubungi Trubus  menjelaskan kandungan kolagen  pada teripang memiliki kemampuan  menyembuhkan hepatitis-B dengan cepat.  <strong>Hal itu disebabkan teripang mampu melakukan regenerasi sel secara singkat</strong>.   Menurut dokter lulusan Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro  itu,  gamat merupakan suplemen organik. Oleh karena itu, penyerapan  dalam  tubuh pun berlangsung lebih baik dan tidak menimbulkan efek  samping.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal senada dijelaskan dr Merlyn di Surabaya. Hepatitis  disebabkan  oleh virus yang dalam jangka waktu 6 bulan sejak terinfeksi  menjadi  akut. Bila dibiarkan hingga 6 bulan berikutnya menjadi kronis.  Virus  masuk ke dalam sel hati dan secara bertahap merusak sel hepar itu.   Gamat membantu memperbaiki fungsi hati secara tidak langsung. Apalagi   ditunjang dengan makanan bergizi dan istirahat cukup, menjadikan   perkembangbiakan virus dapat dicegah.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi, bila ada obat yang bisa <strong>menghambat proses replikasi virus </strong>sangat   disarankan, ucap Merlyn. Selama ini dunia medis mengenal interferon   yang berfungsi memperbaiki hati. Meski di lapangan interferon sanggup   mengurangi penderitaan akibat hepatitis-B sebanyak 40%, tapi   kemampuannya memusnahkan virus masih kecil.</p>
<p style="text-align: justify;">Khasiat gamat memang luar biasa. <strong>Kandungan hewan laut filum Echinodermata itu efektif mencegah kehadiran atau bahkan memusnahkan virus patogen.</strong> Berbagai pemeriksaan dokter itu <strong>menguatkan bukti empiris khasiat gamat menumpas virus hepatitis</strong> yang dialami Wiwiek Ady Pramesti. Pantas jika para dokter itu sepakat   untuk meresepkannya. Lantunan kesembuhan para penderita hepatitis pun   seakan menemukan sandaran baru, si penyembuh ajaib dari   teripang(Trubus,Edisi: Minggu, 02 Juli 2006 17:07:11)</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Prof Dr Ridzwan Hashim, peneliti  Universitas Kebangsaan  Malaysia, teripang mengandung 86% protein yang  mudah diuraikan menjadi  enzim pepsin. Kandungan protein yang tinggi  berperan sebagai  immunomodulator alias pembangun sistem kekebalan tubuh.  Protein dan 16  asam amino esensial mujarab dalam meregenerasi sel dan  memperkuat hati  untuk mengeluarkan antibodi. Sifat gamat yang mudah  larut dalam air,  menurut dr Zen Djaja MD di Malang, membuatnya langsung  terserap di hati  tanpa mengalami detoksifikasi. <strong>Ekstrak teripang membantu memperbaiki fungsi hati(</strong> Trubus,Rabu, Juli 01, 2009 09:14:06)<strong> </strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>SPIRULINA</strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Manfaat Spirulina Penyakit Hepatitis (Hati)</strong><br />
Januari 17, 2007 — Info</p>
<p style="text-align: justify;">Hati yang sehat sangat penting bagi  setiap orang. Setiap detik hati  melakukan aktivitasnya. Hati yang sehat,  akan membentuk asam amino  untuk mempertahankan jaringan tubuh dan jika  diperlukan akan mengubah  protein menjadi gula dan lipid. Hati dapat juga  menghasilkan lesitin  dan kolesterol, kelenjar empedu dan albumin yang  dapat membuang racun.  Hati juga dapat menghasilkan trombin yang dapat  membekukan darah, juga  berbagai enzim dan enzim pendukung. Hati dapat  mengubah gula menjadi  glikogen dan sebaliknya ketika diperlukan. Di  dalamnya juga tersimpan  zat besi, tembaga, dan berbagai mineral, selain  itu kaya dengan vitamin  A, D, E, K dan B kompleks. Hati yang sehat juga  dapat menguraikan  berbagai unsur toksin dan toksin penyakit virus. Maka  apabila hati  terganggu, semua fungsi tersebut akan terganggu.</p>
<p style="text-align: justify;">Pencemaran alam, pencemaran udara, sisa  racun, obat-obatan, penyakit  virus, dan toksin kimia yang masuk ke dalam  tubuh akan menyebabkan  penyerapan nutrisi terganggu. Semua itu juga  akan menghabiskan nutrisi  dalam tubuh. Kondisi demikian apabila terjadi  dalam jangka panjang akan  menyebabkan hati tidak dapat lagi berfungsi  untuk membuang racun, maka  untuk mengurangi kerusakan yang timbul  makanan bergizi harus  mencukupi.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk hati bengkak, kolin akan  dikeluarkan melalui air seni dan  hatinya akan menjadi bengkak. Orang  yang nutrisinya tidak seimbang,  hatinya juga akan berlemak.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut  teori bio-kimia, kekurangan kolin akan menghambat pemindahan   trigliserida dalam sel hati yang mengakibatkan hati berlemak. Apabila  gejala demikian begitu kronis, maka hati akan mengalami penurunan fibrid  yang akhirnya akan menyebabkan sirosis hati (hati yang kaku) dan  kelesuan fungsi hati.</p>
<p style="text-align: justify;">Apabila gangguan hati sangat parah,  banyak sekali asam amino yang  terkandung dalam protein akan dikeluarkan  bersama air kencing. Pada  saat itu, protein tambahan perlu diberikan. Spirulina justru kaya akan  protein nabati yang sangat diperlukan bagi penderita penyakit hati.  Selain itu <strong>Spirulina juga kaya akan metionin dan serin, dimana dengan bantuan magnesium dan vitamin B6 banyak menghasilkan kolin.</strong> Karena itu Spirulina mempunyai manfaat yang luar biasa terhadap <strong>hati berlemak dan sirosis hati, bahkan bermanfaat untuk mencegahnya.<br />
</strong><br />
Banyak enzim yang berasal dari protein. Namun, seandainya tidak ada   vitamin B6 dan magnesium, hati tidak akan menghasilkan berbagai enzim.   Begitu juga hormon akan dipengaruhi. Misalnya, kekurangan hormon yang   dapat mengendalikan pengeluaran insulin akan menyebabkan insulin dalam,   darah berlebihan, sehingga menyebabkan kadar gula darah menurun.<br />
Sekarang ini, pemeriksaan kadar gula darah telah menjadi salah satu cara untuk mengetahui kerusakan hati.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalium membantu dalam mengubah glukosa  menjadi glikogen untuk  disimpan. Jika diperlukan, glikogen baru  dikeluarkan dan menghasilkan  panas untuk tubuh.<br />
<strong>Spirulina </strong>mengandung kalium yang tinggi, yang sangat <strong>bermanfaat untuk hati. </strong>Banyak   penelitian di Jepang yang telah membuktikan bahwa Spirulina sangat   bermanfaat untuk hati. Penderita yang GOT dan GPT-nya tinggi untuk   jangka waktu yang panjang dan tidak berubah setelah <strong>diobati   dengan spirulina, penyembuhannya sangat terlihat setelah menggunakan   Spirulina hanya dalam waktu satu bulan. Dan setelah tiga bulan, GOT dan   GPT penderita telah turun ke kadar normal.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Para penderita penyakit hati harus mementingkan makanan yang kaya dengan vitamin dan mineral yang bermanfaat untuk hati.</p>
<p style="text-align: justify;">1. Hindari garam, makanan pedas, , gula pasir, minuman keras, dan jangan makan makanan berminyak untuk beberapa minggu.<br />
2. Makanan lain yang bermanfaat : lemon, timun, bawang putih, tauge,   aprikot, sayuran berdaun hijau, susu kambing asli, hati hewan sehat, dan   sebagainya.<br />
3. Vitamin dan mineral ; vitamin C, kolin, vitamin B6, vitamin B12 (6 g   Spirulina mengandung 4,5-5 mcg vitamin B12, lebih kurang 150% dari   kebutuhan harian), vitamin E, Vitamin A (Spirulina kaya dengan vitamin   A, lesitin dan asam nikotinat.</p>
<p style="text-align: justify;">sumber : http://pengobatan.wordpress.com/2007/01/17/manfaat-spirulina-iv-penyakit-hepatik-hati/</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>simak kisahnya sembuh dari hepatitis dengan jelly gamat dan spirulina:</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Virus Hepatitis itu Telah Hilang Berkat Gamat<br />
</strong><br />
Sumber Trubus online Edisi: Minggu, 02 Juli 2006 17:07:11</p>
<p style="text-align: justify;">Wiwiek Ady Pramesti tidak pernah  menyangka kesibukannya bekerja  mendatangkan penderitaan. Awalnya ia  menganggap nyeri ulu hati yang  beberapa kali menyerang adalah penyakit  biasa. Makanya wanita bertubuh  jangkung itu tak pernah memeriksakannya  ke dokter. Toh hanya dengan  mengkonsumsi obat-obatan yang dijual bebas  di apotek, penderitaannya  bisa diatasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu sore di pertengahan Maret 1997,  Wiwiek tengah mengikuti rapat  perusahaan. Tiba-tiba ibu 1 anak itu  menelungkupkan kedua tangan ke  bagian ulu hati. Ulu hati sakit sekali  serasa dicabik-cabik, kenang  Wiwiek. Tak hanya itu, tubuh Wiwiek menjadi  lemas disertai perut  mual-mual, kembung, demam, nyeri sendi, dan  bengkak pada perut kanan  atas semakin menjadi-jadi. Oleh teman-teman  sekantornya segera ia  dilarikan ke rumahsakit terdekat di Surabaya, Jawa  Timur.</p>
<p style="text-align: justify;">Betapa kagetnya Wiwiek ketika ahli medis  memvonis dirinya mengidap  Hepatitis-B. Hal itu terbukti seminggu  kemudian timbul gejala utama  hepatitis-B: bagian putih pada mata dan  kulit seluruh tubuh tampak  menguning, serta air seni berwarna seperti  teh.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Coba herbal<br />
</strong><br />
Rawat inap selama sebulan penuh terpaksa dijalani Wiwiek. Obat-obatan   yang diresepkan dokter pun harus ditelannya. Demi mempercepat   kesembuhan, Wiwiek rutin melakukan terapi. Sayang, hasilnya belum   maksimal. Rasa lelah, letih, dan lesu kerap menyambanginya. Meski kurang   efektif dan menimbulkan efek samping, ibu kelahiran 22 April 1957 itu   tidak bisa menolak asupan obat dokter. Jika tidak, risiko sering   mual-mual, menggigil, dan pegal-pegal harus diterimanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, lama-kelamaan Wiwiek bosan  mengasup obat-obatan yang berefek  mual sampai lemas itu. Dalam  kebimbangan, ia memutuskan mencari  kesembuhan lewat jalur alternatif.  Pijat refleksi dari ahli di Desa  Banyuwangi, Jawa Timur, menjadi pilihan  pertama. Seminggu 3 kali ia  rutin bertandang ke Banyuwangi.</p>
<p style="text-align: justify;">Ibarat melempar kelereng ke dasar danau,  perlahan gelombangnya  menghilang. Namun, kelereng masih tetap berada di  dalamnya. Sama halnya  dengan usaha Wiwiek memulihkan kesehatan. Setelah  dipijat, kondisi  tubuh menjadi prima. Tubuh jadi tegar, tapi virusnya  masih ada di  dalam, tuturnya. Belakangan ia terpikat pada ramuan herbal  yang  ditawarkan teman sekantornya. Ramuan dalam bentuk serbuk itu  berasal  dari rimpang temulawak. Temulawak direbus dalam dua gelas air  sampai  mendidih dan tinggal satu gelas. Rebusan temulawak di minum 3  gelas per  hari. Hasilnya, dari bulan ke bulan ia merasakan perubahan.   Kesehatannya meningkat drastis. Daya tahan tubuhnya membaik, tapi virus   hepatitis enggan minggat dari tubuh.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Berkat gamat</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Berdampingan dengan penyakit memang  bukan pilihan menyenangkan.  Sembilan tahun sebagai carier hepatitis  dijalani Wiwiek. Selama itu  pula hidupnya serasa tak berarti. Oleh  karena itu, Wiwiek selalu  berusaha mencari kesembuhan. Suatu ketika di  penghujung September 2005  ia berjumpa dengan rekan lamanya di Semarang.  Dari sanalah  perkenalannya dengan gamat-sebutan teripang di  Malaysia-berawal. Sejak  itu Wiwiek mengkonsumsi gamat secara rutin.</p>
<p style="text-align: justify;">Wiwiek yakin pilihannya kali itu tak  meleset. Ia meneguk gamat 1-2  sendok makan 3 kali sehari tanpa  didampingi konsumsi obat lain. Dalam  hitungan minggu kondisi tubuhnya  bertambah prima. Semangat beraktivitas  terasa meluap-luap. Awal Mei  2006, noktah cerah kesembuhan mulai  tampak di mata wanita 49 tahun itu.  Hasil tes SGPT (Serum Glutamic  Pyruvic Transaminase) normal di kisaran  15-17 IU dan SGOT (Serum  Glutamic Oxaloacetic Transaminase) pun beranjak  stabil di angka 17-20  IU.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian pula tes virus/antivirus. Virus  hepatitis dalam tubuhnya  dinyatakan negatif alias telah musnah. Kurang  yakin, tes laboratorium  di lain tempat pun dilakoni. Serasa mendapat  keajaiban, hasil serupa  Wiwiek dapatkan. Pantas bila konsumsi gamat  tetap saja dilakukan  sebagai wujud syukur.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Diresepkan dokter</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kisah kesembuhan Wiwiek Ady Pramesti itu  sebuah keniscayaan. Dokter  Hariadi yang dihubungi Trubus menjelaskan  kandungan kolagen pada  teripang memiliki kemampuan <strong>menyembuhkan hepatitis-B dengan cepat.</strong> Hal itu disebabkan teripang mampu melakukan regenerasi sel secara   singkat. Menurut dokter lulusan Fakultas Kedokteran, Universitas   Diponegoro itu, gamat merupakan suplemen organik. Oleh karena itu,   penyerapan dalam tubuh pun berlangsung lebih baik dan tidak menimbulkan   efek samping.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal senada dijelaskan dr Merlyn di  Surabaya. Hepatitis disebabkan  oleh virus yang dalam jangka waktu 6  bulan sejak terinfeksi menjadi  akut. Bila dibiarkan hingga 6 bulan  berikutnya menjadi kronis. Virus  masuk ke dalam sel hati dan secara  bertahap merusak sel hepar itu.  Gamat membantu memperbaiki fungsi hati  secara tidak langsung. Apalagi  ditunjang dengan makanan bergizi dan  istirahat cukup, menjadikan  perkembangbiakan virus dapat dicegah.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi, bila ada obat yang bisa menghambat  proses replikasi virus  sangat disarankan, ucap Merlyn. Selama ini dunia  medis mengenal  interferon yang berfungsi memperbaiki hati. Meski di  lapangan  interferon sanggup mengurangi penderitaan akibat hepatitis-B  sebanyak  40%, tapi kemampuannya memusnahkan virus masih kecil.</p>
<p style="text-align: justify;">Khasiat gamat memang luar biasa.  Kandungan hewan laut fi lum  Echinodermata itu efektif mencegah kehadiran  atau bahkan memusnahkan  virus patogen. Berbagai pemeriksaan dokter itu  menguatkan bukti empiris  khasiat gamat menumpas virus hepatitis yang  dialami Wiwiek Ady  Pramesti. Pantas jika para dokter itu sepakat untuk  meresepkannya.  Lantunan kesembuhan para penderita hepatitis pun seakan  menemukan  sandaran baru, si penyembuh ajaib dari teripang jeli…</p>
<p><a title="Obat Alami Penyakit Hepatitis" href="http://info-obatalami.com/pembelian-jelly-gamat"><img class="aligncenter" src="http://www.koleksitutorial.com/image/pesan-sekarang.jpg" alt="" width="287" height="184" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Simak kisah nyata lainya :</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Setelah Konsumsi Gold-G Selama 1 Minggu Hepatitis B Sudah Negatif</strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong>Nama                          : Agustina Ariyanti<br />
Umur                          : 28 Tahun<br />
Alamat                       : Madiun<br />
Keluhan                     : Hepatitis B<br />
Jenis Prodak            : Gold G Sea Cucumber jelly  dan spirulina</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://penyakit.biz/cara-pembelian"><img title="obat hepatitis" src="http://www.penyakit.biz/wp-content/uploads/2010/03/5.jpg" alt="obat hepatitis" width="71" height="83" /></a>Saya   menderita tiroid dan dokter menganjurkan untuk dioperasi. Sebelum   operasi saya diminta untuk check up dan ternyata hasil check up   menunjukkan bahwa saya positif menderita Hepatitis B.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena Hepatitis B tersebut, maka dokter  tidak berani melakukan  operasi pada tiroid saya. Setelah itu saya  dianjurkan konsumsi produk  Gold-G dan spirulina oleh Ibu Syamsiah, lalu  saya konsumsi Gold-G 3x  sehari. setelah konsumsi kurang lebih 2 bulan ,  saya kembali melakukan  check up, dan ternyata hepatitis B sudah negatif,  saya pun dapat  menjalankan operasi pada tiroid saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian saya memiliki masalah dengan  kulit wajah yang sering  berjerawat, setelah saya mengoleskan dengan Gold  G dan mengkonsumsi  spirulina, serta rutin membasuh muka dengan air RO,  akhirnya jerawat  yang sering timbul di wajah saya sudah berkurang dan  saya pun bisa  mendapatkan kulit wajah yang semakin cerah dan sehat tanpa  khawatir  akan timbul jerawat yang selalu mengganggu penampilan saya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>SGOT Awal 1575 &amp; SGPT 2227 Turun Menjadi SGOT 47 &amp; SGPT 51</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Nama                             : Dwijo Wasi Widyanto<br />
Umur                             : 36 tahun<br />
Alamat                          : Sukabumi<br />
Keluhan                        : Hepatitis B<br />
Jenis Prodak               : Gold-G dan spirulina</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://penyakit.biz/cara-pembelian"><img title="obat hepatitis b" src="http://www.penyakit.biz/wp-content/uploads/2010/03/10.jpg" alt="obat hepatitis b" width="68" height="83" /></a>Sebelum   konsumsi  Gold-G dan spirulina, selama 1 tahun ini saya merasa cepat   capek, susah makan, bangun tidur tidak merasa segar/masih lemas, kepala   suka pusing, namun semua keluhan itu saya abaikan karena peran saya   sebagai pelatih senam pernafasan Satria Nusantara.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu saat saya merasa lemas dan badan  terasa tidak enak. Lalu saya  ke UGD, tempat saya bekerja dan ternyata  saya harus dirawat. Awalnya  didiagnosa dan saya menderita tipes dengan  widal 1/40 1/80 1/640,  seminggu kemudian tes SGOT dan SGPT dengan hasil  SGOT nya 1575 dan SGPT  2227. Dari Hbs Ag (+), rasanya sama seperti  divonis terkena penyakit  AIDS.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu saat saya diperkenalkan oleh teman  saya yang bernama Bpak  Johan Safari dengan produk Gold-G Sea Cucumber  Jelly dan spirulina.  Setelah saya konsumsi produk tersebut, 1 minggu  kemudian saya kembali  melakukan tes SGOT dan SGPT. Hasilnya SGOT saya  menjadi 47 dan SGPT  saya jadi 51. Air kencing jernih melebihi sebelum  saya sakit dan bangun  tidur terasa sangat segar.</p>
<p style="text-align: justify;">Walau disarankan dokter istirahat,  tetapi saya merasa kondisi saya  sudah membaik dan tidak ada masalah  lagi, herannya lagi, kata  rekan-rekan saya, wajah saya jadi lebih segar  dan tambah percaya diri.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>2. Penyakit Hepatitis C</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;">Penyakit Hepatitis C adalah penyakit  hati yang disebabkan oleh virus  Hepatitis C (VHC). Proses penularannya  melalui kontak darah  {transfusi, jarum suntik (terkontaminasi), serangga  yang menggiti  penderita lalu mengigit orang lain disekitarnya}.  Penderita Hepatitis C  kadang tidak menampakkan gejala yang jelas, akan  tetapi pada penderita  Hepatitis C kronik menyebabkan kerusakan/kematian  sel-sel hati dan  terdeteksi sebagai kanker (cancer) hati. Sejumlah 85%  dari kasus,  infeksi Hepatitis C menjadi kronis dan secara perlahan  merusak hati  bertahun-tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">1. Gejala Hepatitis C<br />
Penderita Hepatitis C sering kali orang yang menderita Hepatitis C tidak   menunjukkan gejala, walaupun infeksi telah terjadi bertahun-tahun   lamanya. Namun beberapa gejala yang samar diantaranya adalah ; Lelah,   Hilang selera makan, Sakit perut, Urin menjadi gelap dan Kulit atau mata   menjadi kuning yang disebut “jaundice” (jarang terjadi). Pada beberapa   kasus dapat ditemukan peningkatan enzyme hati pada pemeriksaan urine,   namun demikian pada penderita Hepatitis C justru terkadang enzyme hati   fluktuasi bahkan normal.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Penanganan dan Pengobatan Hepatitis C<br />
Saat ini pengobatan Hepatitis C dilakukan dengan pemberian obat seperti   Interferon alfa, Pegylated interferon alfa dan Ribavirin. Adapun tujuan   pengobatan dari Hepatitis C adalah menghilangkan virus dari tubuh anda   sedini mungkin untuk mencegah perkembangan yang memburuk dan stadium   akhir penyakit hati. Pengobatan pada penderita Hepatitis C memerlukan   waktu yang cukup lama bahkan pada penderita tertentu hal ini tidak dapat   menolong, untuk itu perlu penanganan pada stadium awalnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Salah satu alternatif Penjinak penyakit  Hepatitis C</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>sumber trubus online  Rabu, Juli 01, 2009 09:14:06<br />
</strong></em><br />
BAGAI TERSISA KULIT MEMBALUT TULANG . BEGITULAH KONDISI WASKITO DUA   TAHUN LALU. SEKADAR MENEGAKKAN TUBUH PUN IA PERLU BANTUAN ORANG LAIN.   OLEH KARENA ITU IA LEBIH BANYAK MENGHABISKAN WAKTU DI ATAS PEMBARINGAN.   HEPATITIS C AKUT MENGGEROGOTI KESEHATAN PRIA 66 TAHUN ITU. ‘KAMI   SEKELUARGA RELA JIKA BAPAK DIPANGGIL TUHAN ,’ UJAR DEWI HANDAYANI, ANAK   SULUNG WASKITO.</p>
<p style="text-align: justify;">Napas tersengal-sengal pada malam 25  Juni 2007 itu menjadi awal  petaka Waskito. Malam itu Waskito sulit  bernapas sehingga keluarga  melarikannya ke sebuah rumahsakit di  Surakarta, Jawa Tengah. Hasil  diagnosis dokter, Waskito positif  paru-paru basah. Sebelas hari lamanya  ia opname di rumahsakit itu  sembari mengkonsumsi antibiotik jenis  streptomycin. Namun, kondisi ayah 5  anak itu tak kunjung membaik.</p>
<p style="text-align: justify;">Muka pucat, tubuh kerap letih, dan nafsu  makan berkurang. Selain itu  demam dan batuk menghampiri tubuh Waskito  yang kian ringkih. Suami Nuk  Sudaryanti itu pun segera dilarikan ke  sebuah rumahsakit di Jakarta.  Di rumahsakit itulah dokter mendiagnosis  hepatitis C. Peningkatan kadar  SGOT dan SGPT 20 – 40 kali dari ambang  normal menandakan adanya  kerusakan hati. Ambang normal SGOT 17 – 20 IU  dan SGPT 12 – 17 IU.<br />
Penyakit lama</p>
<p style="text-align: justify;">SGPT (Serum Glutamic Pyruvic  Transaminase) dan SGOT (Serum Glutamic  Oxaloacetic Transaminase)  merupakan parameter untuk mengetahui  kesehatan hati akibat infeksi virus  atau bakteri. Hasil cek  laboratorium juga menunjukkan kadar bilirubin  mencapai 3,48 mg%.  Padahal, kadar normal maksimal 1 mg%. Peningkatan  bilirubin menyebabkan  urin berwarna kemerahan – seperti teh kental –  serta bola mata dan  kulit kekuningan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sayang, kondisi Waskito yang dirawat di  Jakarta tak ada perubahan  berarti. Oleh karena itu keluarga memutuskan  untuk membawanya pulang ke  Surakarta. Nuk Sudaryanti, sang istri, rutin  memberikan 7 butir putih  telur atas anjuran seorang dokter. Itu untuk  memasok kebutuhan albumin  bagi tubuh. Kadar albumin penderita hepatitis  umumnya rendah.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, upaya itu belum menyembuhkan.  Virus hepatitis C masih  bercokol di tubuhnya. Virus itu sebenarnya telah  lama mendekam di tubuh  Waskito. Pada 1983 ia divonis positif hepatitis  C. Saat itu Waskito  bekerja di pelabuhan sebagai tukang las. Waskito  kurang memperhatikan  kebersihan makanan yang disantap dan kurang  berolahraga.</p>
<p style="text-align: justify;">Virus hepatitis kembali menyerang  Waskito pada awal 2007 seperti  kisah di atas. Pemilik bengkel motor itu  kerap kesemutan di bagian  kaki. Jika rasa itu datang, pria kelahiran  Surakarta 29 September 1949  itu hanya bisa terduduk. Berat badannya pun  turun.<br />
<strong><br />
Teripang</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Menurut dr Primal Sudjana SpPD-KPTI,  spesialis penyakit dalam  Rumahsakit Hasan Sadikin Bandung, hepatitis  akibat serangan virus. Bila  dibiarkan hingga 6 bulan, menyebabkan  hepatitis akut. Enam bulan  berikutnya, berubah menjadi sirosis atau  pengerasan hati. Dalam  perkembangannya sirosis berpotensi menjadi kanker  hati.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah berbagai jalan penyembuhan  ditempuh, Waskito kemudian  teringat ekstrak teripang yang teronggok  selama 3 bulan di lemari es.  Pada Juli 2008 ia mulai mengkonsumsi  ekstrak hewan laut filum  Echinodermata. Dosisnya 2 sendok makan 2 kali  sehari. Ia merasa segar  setelah mengkonsumsi ekstrak teripang. Tiga  bulan rutin mengkonsumsi  teripang, Waskito merasa segar bugar. Itu  dibuktikan dengan hasil  pemeriksaan laboratorium yang menyatakan ia  negatif hepatitis. Kadar  bilirubin Waskito kini 1,1 mg%, kadar SGPT dan  SGOT juga kembali  normal. Menurut Prof Dr Ridzwan Hashim,  peneliti Universitas Kebangsaan  Malaysia, teripang mengandung 86%  protein yang mudah diuraikan menjadi  enzim pepsin.</p>
<p style="text-align: justify;">Kandungan protein yang tinggi berperan  sebagai immunomodulator alias  pembangun sistem kekebalan tubuh. Protein  dan 16 asam amino esensial  mujarab dalam meregenerasi sel dan memperkuat  hati untuk mengeluarkan  antibodi. Sifat gamat yang mudah larut dalam  air, menurut dr Zen Djaja  MD di Malang, membuatnya langsung terserap di  hati tanpa mengalami  detoksifikasi. Ekstrak teripang membantu  memperbaiki fungsi hati. (Faiz  Yajri)<br />
<a><br />
</a><img src="file:///C:/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.png" alt="" /></p>
<p><a title="Obat Alami Penaykit Hepatitis" href="http://info-obatalami.com/pembelian-jelly-gamat"><img class="aligncenter" src="http://www.koleksitutorial.com/image/pesan-sekarang.jpg" alt="" width="287" height="184" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://info-obatalami.com/obat/obat-penyakit-hepatitis-2/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Obat Penyakit  Thalasemania</title>
		<link>http://info-obatalami.com/obat/obat-penyakit-thalasemania</link>
		<comments>http://info-obatalami.com/obat/obat-penyakit-thalasemania#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2011 06:16:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Obat thalasemia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://info-obatalami.com/?p=480</guid>
		<description><![CDATA[Obat thalasemia Definisi Thalasemia Thalassemia adalah sekelompok penyakit keturunan yang merupakan akibat dari ketidakseimbangan pembuatan salah satu dari keempat rantai asam amino yang membentuk hemoglobin (komponen darah). Thalasemia adalah penyakit kelainan darah yang ditandai dengan kondisi sel darah merah mudah rusak atau umurnya lebih pendek dari sel darah normal (120 hari). Akibatnya penderita thalasemia akan]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align: justify;">Obat thalasemia</h1>
<p style="text-align: justify;"><strong>Definisi Thalasemia</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Thalassemia</strong> adalah sekelompok penyakit keturunan  yang merupakan akibat dari  ketidakseimbangan pembuatan salah satu dari  keempat rantai asam amino  yang membentuk hemoglobin (komponen darah).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Thalasemia </strong>adalah  penyakit kelainan darah yang  ditandai dengan kondisi sel darah merah  mudah rusak atau umurnya lebih  pendek dari sel darah normal (120 hari).  Akibatnya <strong>penderita thalasemia </strong>akan   mengalami gejala anemia diantaranya pusing, muka pucat, badan sering   lemas, sukar tidur, nafsu makan hilang, dan infeksi berulang.<br />
Thalasemia terjadi akibat ketidakmampuan sumsum tulang membentuk protein   yang dibutuhkan untuk memproduksi hemoglobin sebagaimana mestinya.   Hemoglobin merupakan protein kaya zat besi yang berada di dalam sel   darah merah dan berfungsi sangat penting untuk mengangkut oksigen dari   paru-paru ke seluruh bagian tubuh yang<br />
membutuhkannya sebagai energi. Apabila produksi hemoglobin berkurang   atau tidak ada, maka pasokan energi yang dibutuhkan untuk menjalankan   fungsi tubuh tidak dapat terpenuhi, sehingga fungsi tubuh pun terganggu   dan tidak mampu lagi menjalankan aktivitasnya secara normal.<strong>Thalasemia </strong>adalah   sekelompok penyakit keturunan yang merupakan akibat dari   ketidakseimbangan pembuatan salah satu dari keempat rantai asam amino   yang membentuk hemoglobin.</p>
<p style="text-align: justify;">Thalasemia menurut para ahli belum ada obatnya, tapi pengobatan alami dengan menggunakan <strong>cyano spirulina dan jelly gamat akan membantu mengurangi frekwensi transfusi darahnya . Alasanya :</strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>kandungan Cyano Spirulina</strong> terdapat 5 zat gizi utama, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan <strong>4 pigmen alami yaitu betakaroten, klorofil, xantofil, dan Fikosianin.</strong>Pigmen adalah zat warna alami yang ada pada tumbuhan.  pigmen  pada <strong>cyano Spirulina </strong>berfungsiebagai   detoksifikasi (pembersih racun), perlindungan tubuh terhadap radikal   bebas, antioksidan, meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan jumlah   bakteri ”baik” di usus, <strong>meningkatkan haemoglobin (Hb), </strong>dan   sebagai antikanker. Selain itu, cyano Spirulina  mengandung klorofil,   Vitamin B 12, Asam folat dan zat besi yang duperlukan untuk <strong>pembentukan darah merah</strong>. Konsumsi  <strong>cyano Spirulina </strong> secara teratur akan mencegah terjadinya <strong>anemia ( kurang darah)<br />
</strong><strong><br />
CYANO Spirulina </strong>mengandung klorofil, Vitamin B  12, Asam folat  dan zat besi yang duperlukan untuk pembentukan darah  merah. Konsumsi  Cyano Spirulina secara teratur akan mencegah terjadinya  anemia ( kurang  darah)Menurut Prof I Nyoman Kabinawa, periset Pusat  Penelitian  Pengembangan Bioteknologi, kemampuan <strong>spirulina meningkatkan trombosit </strong>lantaran   kaya ferum atau zat besi. Kandungannya 15 mg/ 10 g, terbanyak   dibandingkan berbagai sumber pangan lain. Zat besi berfungsi untuk   kesehatan sel-sel darah merah dan menguatkan sistem kekebalan tubuh.   Fungsi lain memacu sumsum tulang <strong>untuk memproduksi haemoglobin </strong>sebagai bagian dari sel darah merah. Uji klinis yang dilakukan Johnson dan Shubert, membuktikan <strong>zat besi spirulina </strong>diserap lebih dari 60%.<br />
Bandingkan dengan suplemen lain seperti ferosulfida yang hanya 20%. Itu   sebabnya spirulina efektif untuk penanggulangan anemia. Riset lain   ditempuh oleh T. Takeuchi dari Tokyo Medical and Dental University,   Jepang. Sebanyak 8 wanita muda pengidap anemia hipokronis dengan   kandungan haemoglobin (HB) lebih rendah daripada normal, diberikan 4 g   spirulina per hari selama 30 hari. <strong>Hasilnya kandungan HB naik 21% dari 10,9 menjadi 13,2.</strong><br />
Menurut Cheng-Wu Z dalam Second Asia Pacific Conference on Algal   Biotechnology, penyembuhan itu juga karena polisakarida dan pigmen   fikosianin. Keduanya terbukti beraktivitas erythropoetin, <strong>prekusor pembentukan sel darah merah di sumsum tulang. </strong><strong>Khasiat spirulina meningkatkan sel darah merah </strong>juga   dibuktikan oleh Z. Trojacanec dari Institute for Medical, Skopje,   Macedonia. Trojacanec meriset para atlet dengan jam latihan tinggi.   Akibat kelelahan ditemukan defi siensi zat besi yang berakibat anemia.tu   dibuktikan setelah menghitung jumlah sel darah merah, haemoglobin, dan   serum besi pada 20 atlet pria dan 20 atlet wanita berusia 18—22 tahun.   Setelah diberi spirulina 3 kali sehari selama 2 bulan, serum darah dan   haemoglobin meningkat.Bahkan kelelahan, kekakuan otot, dan kerap   mengantuk, menghilang setelah jumlah serum zat besi meningkat. Kondisi   itu pula yang mungkin dialami Nusanto. Meningkatnya trombosit hingga 6   kali lipat, membuat kebugaran tubuhnya juga meningkat. Nilai   trombositnya memang belum menyentuh angka normal, tetapi setidaknya   membendung aliran darah yang tak kunjung usai. (Vina Fitriani) sumber:  trubus online</li>
</ul>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Lalu soal ekstrak teripang<strong>(jelly gamat)</strong> mengatasi  talasemia? Itu bukan kebetulan belaka. Paulo Antonio de Souza  Mourao  dari Fakultas Biomedika, Universidade Federal Rio de Janeiro,  Brazil,  membuktikannya. Menurut Paulo,<strong> glukosaminoglikan dalam teripang  mampu mengatasi tulang rapuh pada  penderita talasemia mayor. Senyawa  itu berefek memperbaiki aliran darah  dan melancarkan cairan yang  tersumbat.</strong>Penggunaan<strong> teripang untuk penyakit talasemia </strong>dipatenkan   oleh Yash Sharma P dari Houston, Amerika Serikat. Menurut Yash, yang   paling berpengaruh adalah kandungan N-asam glikolineuraminat, merupakan   permukaan sel asam sialat. Sialat terbentuk dari polisakarida,   glikoprotein, dan glikolipida. Saat terjadi mutasi gen, asam   glikolineuraminat hilang dari sel. Makanya, limpa yang membersihkan   darah tak bekerja semestinya. Akibatnya, limpa membengkak seperti yang   dialami Salwa di pinggang kiri. dan Penambahan<strong> spirulina berfungsi untuk meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah.</strong><strong> untuk informasi pemesanan dan cara konsumsi  klik <a href="http://www.penyakit.biz/cara-pesan-spirulina-dan-jelly-gamat">cara pemesanan jelly gamat dan spirulina</a></strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ketika Salwa Tak Cuci Darah : Sumber trubus online: Kamis, Nopember 01, 2007 20:49:39</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ini hasil riset yang mencengangkan: 20-juta penduduk Indonesia  membawa  gen penyakit talasemia. Mereka berpeluang mewariskan penyakit  kelainan  darah itu kepada keturunannya. Pasangan Tarkiman dan Siti  Maryati di  Cianjur, Jawa Barat, misalnya menurunkan penyakit itu kepada  buah hati  mereka, Salwa Wijaya.</p>
<p style="text-align: justify;">Salwa Wijaya (3 tahun) tak seperti bocah  seusianya yang tengah  lucu-lucunya. Tubuh sulung 2 bersaudara itu kurus  kering. Suhu tinggi  kerap menghampirinya. Pertumbuhannya juga lambat.  Ia baru dapat  berjalan ketika usianya 2,5 tahun. Pada tahap itu Siti  Maryati tak  curiga bahwa anaknya mengidap talasemia. Ia hanya menduga,  anaknya  kurus kering lantaran enggan makan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika benjolan seukuran buah kedondong  muncul di pinggang kiri  perempuan itu, Siti bergegas ke dokter. Hasil  diagnosis dokter, Salwa  kelelahan. Siti tak puas hati atas diagnosis itu  sehingga mendatangi  dokter kedua. Ahli medis itu menyarankan agar Salwa  menjalani tes  darah. Ketika itu kulit Salwa pucat, perut membuncit, dan  urine lebih  gelap. Misteri itu terpecahkan di Rumahsakit Cipto  Mangunkusumo,  Jakarta. Bocah kelahiran 5 Februari 1997 itu positif  talasemia.</p>
<p style="text-align: justify;">Benjolan di pinggang itu ternyata limpa  yang membengkak. Organ itu  membesar lantaran tak dapat menjalankan  fungsinya membersihkan darah.  Dokter mengatakan belum ada penawar alias  obat talasemia. ‘Hanya  transfusi darah penyambung hidupnya,’ kata  Tarkiman mengulangi  pernyataan dokter. Dua minggu sekali, Salwa harus  menjalani transfusi  sebanyak 2-3 kantong darah.</p>
<p style="text-align: justify;">Transfusi</p>
<p style="text-align: justify;">Di dalam tubuh pasien talasemia terjadi perubahan atau mutasi gen   pembawa kode genetik untuk pembuatan hemoglobin. Akibatnya, kualitas sel   darah merah tidak baik dan gagal bertahan hidup lama. Pasien talasemia   mesti menjalani transfusi untuk meningkatkan kadar hemoglobin dalam   tubuh. Tugas hemoglobin berfungsi mengikat dan membawa oksigen ke   seluruh tubuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Kadar hemoglobin dalam tubuh rendah  menyebabkan kelelahan, bahkan  pingsan. Karena lama merawat Salwa, Siti  akhirnya mengetahui kapan  Salwa mesti menjalani transfusi darah.  ‘Tanda-tanda Salwa harus  ditransfusi darah, bibirnya putih pucat,  mimisan, lemas lunglai, dan  tonjolan membengkak di pinggangnya,’ kata  Siti. Saat itu, kadar  hemoglobin dalam darah Salwa hanya 6; kadar normal  12-16.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah transfusi, hemoglobin hanya  meningkat 1 angka, menjadi 7.  Itu sebabnya tubuh Salwa masih tetap  lemah. ‘Saya hampir tak pernah  mengikuti pelajaran olahraga,’ kata Salwa  yang kini berusia 10 tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Titik terang kesembuhan datang pada Mei  2007. Saat itu seorang  perawat di RSU Cianjur menceritakan ekstrak  teripang untuk membantu  mengatasi penderitaan anaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Semula Tarkiman enggan memberikan  ekstrak itu karena tidak yakin  bisa menyembuhkan penyakit Salwa. Maklum,  sebelumnya ia mencoba  berbagai suplemen kesehatan anjuran  rekan-rekannya, tetapi tetap gagal.  ‘Semuanya sudah dicoba, mulai dari  jamu-jamuan sampai dengan  pengobatan alternatif dengan mediasi, semuanya  gagal,’ kata Tarkiman.</p>
<p style="text-align: justify;">Genetik</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu ketika pikiran Tarkiman berubah: tak ada salahnya untuk  mencoba.  Cairan kental itu dikonsumsi Salwa 2 kali satu sendok makan  sehari.  Dosis itu ditambah dengan 5 butir spirulina 2 kali sehari.  Pekan  pertama, Salwa tak lagi demam. Tiga pekan kemudian, hasil  laboratorium  menunjukkan kadar hemoglobin Salwa melonjak ke angka 10.  Artinya,  kesehatan Salwa berangsur normal.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah 3 bulan mengkonsumsi, frekuensi  transfusi darah berkurang  dari 2 kali per bulan masing-masing 2-3  kantong menjadi 1 kali sebulan  hanya 1 kantong. Walau begitu, kadar  hemoglobin tetap ajek di atas  angka 10. Bobot tubuh meningkat menjadi 28  kg, sebelumnya 20 kg. Pun,  limpa Salwa, kini tak pernah membengkak.  Perubahan itu menggembirakan  keluarga Tarkiman.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Ketua Pusat Talasemia Indonesia,  Prof Dr Iskandar Wahidijat  SpA(K), talasemia adalah suatu penyakit  genetik yang diturunkan dari  kedua orangtua. Kedua orangtua secara  klinis boleh saja terlihat sehat,  walau sebetulnya salah satu gennya  pembawa sifat penyakit itu. Nah,  bila kedua gen itu bertemu, maka anak  mereka akan mengidap talasemia.  Hidup anak bergantung pada transfusi  darah karena umur sel darah  merahnya tidak panjang, hanya 1-2 bulan,  normalnya 3-4 bulan.<br />
Glukosaminoglikan</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu soal ekstrak teripang mengatasi  talasemia? Itu bukan kebetulan  belaka. Paulo Antonio de Souza Mourao  dari Fakultas Biomedika,  Universidade Federal Rio de Janeiro, Brazil,  membuktikannya. Menurut  Paulo, glukosaminoglikan dalam teripang mampu  mengatasi tulang rapuh  pada penderita talasemia mayor. Senyawa itu  berefek memperbaiki aliran  darah dan melancarkan cairan yang tersumbat.</p>
<p style="text-align: justify;">Penggunaan teripang untuk penyakit  talasemia dipatenkan oleh Yash  Sharma P dari Houston, Amerika Serikat.  Menurut Yash, yang paling  berpengaruh adalah kandungan N-asam  glikolineuraminat, merupakan  permukaan sel asam sialat. Sialat terbentuk  dari polisakarida,  glikoprotein, dan glikolipida. Saat terjadi mutasi  gen, asam  glikolineuraminat hilang dari sel. Makanya, limpa yang  membersihkan  darah tak bekerja semestinya. Akibatnya, limpa membengkak  seperti yang  dialami Salwa di pinggang kiri. Penambahan spirulina  berfungsi untuk  meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah.</p>
<p style="text-align: justify;">Salwa Wijaya tak sendirian. Di Indonesia  masih banyak pengidap  talasemia lain seperti hasil riset Departemen  Kesehatan: 6-10% dari  penduduk Indonesia membawa gen penyakit talasemia.  Mengkonsumsi ekstrak  teripang salah satu cara mengatasi penyakit  mematikan itu. (Vina  Fitriani).</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong></strong><strong>untuk informasi pemesanan dan cara konsumsi  klik <a href="http://www.penyakit.biz/cara-pesan-spirulina-dan-jelly-gamat">cara pemesanan jelly gamat dan spirulina</a></strong></h2>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://info-obatalami.com/obat/obat-penyakit-thalasemania/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>obat penyakit Prankinson</title>
		<link>http://info-obatalami.com/obat/obat-penyakit-prankinson</link>
		<comments>http://info-obatalami.com/obat/obat-penyakit-prankinson#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2011 06:12:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit Parkinson]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://info-obatalami.com/?p=477</guid>
		<description><![CDATA[Penyakit Parkinson Obat penyakit parkinson jelly gamat : Sumber :http://trubus-online.co.id Waktu istirahat hampir tiba ketika Adang Saimin menulis proposal kerja sama. Pensiunan TNI Angkatan Darat itu menulis dengan pena di atas kertas. Belum juga buah pikirannya rampung dituangkan, tangan kanannya bergetar hebat. Tulisan tangan pun acak-acakan. Ia mencoba mengendalikan gerakan tangan, tetapi gagal total. Adang]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align: justify;">Penyakit Parkinson</h1>
<p style="text-align: justify;">Obat penyakit parkinson jelly gamat : Sumber :http://trubus-online.co.id</p>
<p style="text-align: justify;">Waktu istirahat hampir tiba ketika Adang  Saimin menulis proposal  kerja sama. Pensiunan TNI Angkatan Darat itu  menulis dengan pena di  atas kertas. Belum juga buah pikirannya rampung  dituangkan, tangan  kanannya bergetar hebat. Tulisan tangan pun  acak-acakan. Ia mencoba  mengendalikan gerakan tangan, tetapi gagal  total.</p>
<p style="text-align: justify;">Adang Saimin beristirahat sejenak. Pria  69 tahun itu berharap  getaran itu berhenti. Ia juga membaluri lengannya  dengan minyak gosok.  Kemudian ketua Dewan Pemimpin Cabang Persatuan  Purnawirawan Warakawuri  TNI dan Polisi itu mengompres lengannya dengan  air hangat. Siang itu  getaran tangannya berhenti. Kerisauan Adang bakal  terjadi sesuatu pun  berakhir.</p>
<p style="text-align: justify;">Keesokan hari, Adang seolah lupa pada  peristiwa itu. Ia beraktivitas  seperti biasa di kantor. Namun,  ketenangan itu hanya dirasakan sesaat.  Ketika melanjutkan menulis,  tiba-tiba tangan kanannya kembali  bergetar. Adang sangat khawatir  peristiwa itu berulang terus. Dugaannya  tidak meleset, gangguan itu tak  hanya kambuh sesekali saja. Sejak itu  tangan kanannya bergetar terus.  Tangan saya bergerak terus, getarannya  hebat, kata Adang. Usaha dengan  obat gosok dan air hangat tak mampu  menekan gangguan itu.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Parkinson</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Aktivitas pria kelahiran Garut itu tentu  sangat terganggu. Namun,  gangguan itu tak membuatnya absen dari kantor.  Seperti biasa, pagi-pagi  Adang berangkat ke kantor mengendarai  mobilnya. Tak disangka, untuk  menyetir pun Adang kesulitan. Saat  menyetir, getaran tangan saya  membuat setir bergoyang-goyang, kata ayah 8  anak itu. Sesampainya di  kantor, praktis kegiatan Adang lumpuh terutama  untuk aktivitas  tulis-menulis.</p>
<p style="text-align: justify;">Gerakan yang menjengkelkan itu tak ada  hentinya, sehingga membuat  tidur kakek 15 cucu itu tak nyenyak.  Bagaimana tidak, ketika tangan di  bawah kepala, kepala pun ikut  bergetar. Adang sulit tidur. Meski mata  mengantuk, tapi gerakan tangan  itu membuatnya tetap terjaga. Seakan  selalu ada yang membuat saya  terjaga, katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kesulitan yang dihadapi Adang selama 2  minggu itu mendorongnya  datang ke dokter ahli penyakit saraf. Ahli medis  itu mendiagnosis ada  saraf Adang yang lemah karena pengaruh faktor  bertambahnya usia dan  dikatakan sebagai parkinson. Saat mendengarnya,  Adang hanya pasrah. Dia  hanya mengikuti saran dokter yang memberinya 2  jenis obat untuk  mengurangi intensitas getaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak itu ia mengkonsumsi obat parkinson  dari dokter setiap hari.  Perubahan membaik dirasakan pria yang hobi  bermain tenis itu. Getaran  yang dirasakan agak berkurang, tak sehebat  sebelumnya. Adang pun terus  rutin mengkonsumsi obat itu.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dopamine</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Parkinson merupakan gejala kekurangan  dopamine-zat yang mempengaruhi  gerak otot-yang diproduksi oleh sel saraf  berpigmen di otak. Merujuk  keterangan dr Hardhi Pranata, SpS MARS,  gejala parkinson meliputi  tremor-getaran pada anggota gerak, gerakan  menjadi lamban dan rigiditas  (kaku) otot. Penderita terlihat bergetar  tangan atau kakinya, jalannya  lambat, langkah pendek dan kaku.</p>
<p style="text-align: justify;">Penyakit parkinson ada 2 macam: primer  dan sekunder. Parkinson  primer terjadi karena produksi dopamine rendah  yang tidak diketahui  penyebabnya. Sedangkan parkinson sekunder  disebabkan faktor dari luar.  Misalnya, asupan obat-obat antihipertensi,  antiaritmia, jantung,  antimuntah, atau obat gangguan jiwa. Selain itu  keracunan akibat  zat-zat polutan seperti karbon monoksida, sianida,  karbon disulfida,  pestisida, dan herbisida bisa merusak sel saraf yang  memproduksi  dopamine. Infeksi virus, trauma kepala, dan stroke juga bisa   menimbulkan parkinson.</p>
<p style="text-align: justify;">Parkinson umumnya menyerang pasien usia  lanjut akibat proses  degeneratif. Ada beberapa cara pengobatan  parkinson. Pertama, dengan  memperpanjang efek kerja dari dopamine  misalnya dengan obat selegiline.  Kedua, bisa dengan mensubstitusi  dopamine misalnya dengan L-dopa,  Pramipexole, dan Bromoriptin.</p>
<p style="text-align: justify;">Memperlambat kerusakan sel yang  memproduksi dopamine merupakan  strategi lain. Cara terakhir ini bisa  dengan konsumsi zat-zat  antioksidan sehingga mengurangi efek degenerasi.  Dianjurkan pada  penderita parkinson, konsumsi vitamin E sebagai  antioksidan 1-2 g/hari,  kata dokter spesialis saraf itu.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Gamat</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tak hanya parkinson, Adang juga  menderita hipertensi, jantung, asam  urat, dan mag. Obat jantung dan  hipertensi pun harus masuk ke tubuhnya  setiap hari. Kebiasaan konsumsi  obat itulah yang mungkin menjadi  penyebab timbulnya parkinson yang  diderita Adang.</p>
<p style="text-align: justify;">Atas saran keponakannya yang tinggal di  Bogor, Adang mengkonsumsi  ekstrak teripang alias gamat. Bukan untuk  parkinson yang dideritanya,  tapi untuk asam urat dan mag. Sejak Januari  2007, Adang mengkonsumsi 2  sendok makan gamat setiap hari. Pada bulan  ke-3, perut yang terasa  melilit setiap kali kambuh mag, hilang sama  sekali. Ngilu pada  sendi-sendi kaki akibat asam urat pun lenyap.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang paling menggembirakan, parkinsonnya  ikut membaik, meski  konsumsi obat dokter ia turunkan dosisnya. Setelah 5  bulan konsumsi  gamat, tangannya hanya sesekali saja bergetar. Itu pun  getarannya  halus, tidak terus-menerus. Oleh kerana itulah, konsumsi obat  dokter ia  hentikan dan obat antihipertensi serta jantung dikurangi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sudah 7 bulan Adang rutin minum ekstrak  teripang itu. Ia tak  menyangka, konsumsi gamat yang ditujukan untuk asam  urat dan mag, juga  mampu redakan parkinson. Berkat gamat, Adang bisa  tidur nyenyak dan  beraktivitas seperti biasa. Pria penuh semangat itu  tak perlu lagi  kawalan sopir saat berkendaraan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ekstrak gamat mengandung enzim Super  Oxide Dismutase (SOD), seng,  vitamin E dan betakaroten. Keempatnya  merupakan antioksidan, kata dr  Hardhi. Antioksidan mengurangi efek  degenerasi sel yang bisa menjadi  salah satu pemicu parkinson. Dengan  banyak mengkonsumsi antioksidan,  kerusakan sel yang memproduksi dopamine  dapat ditekan. Itu sejalan  dengan temuan ahli nutrisi Malaysia, Walter  Kee Mun Yee.</p>
<p style="text-align: justify;">Kee menemukan gamat mengandung EPA  (Eicosapentaenoic acid) dan DHA  (Docosahexaenoic acid) yang berfungsi  untuk kecerdasan dan berhubungan  dengan pertumbuhan simpul-simpul saraf.  Tak heran, jika gangguan pada  sistem saraf yang dialami Adang dapat  membaik berkat gamat yang  dibarengi dengan pengurangan konsumsi obat  jantung dan antihipertensi.  Sampai sekarang, Adang senantiasa konsumsi  gamat untuk menjaga  kesehatannya. (Nesia Artdiyasa/Peliput: Kiki  Rizkika)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://info-obatalami.com/obat/obat-penyakit-prankinson/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Obat Penyakit Epilepsi</title>
		<link>http://info-obatalami.com/obat/obat-penyakit-epilepsi-2</link>
		<comments>http://info-obatalami.com/obat/obat-penyakit-epilepsi-2#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2011 06:07:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[penyakit epilepsi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://info-obatalami.com/?p=469</guid>
		<description><![CDATA[Penyebab epilepsi Otak kita terdiri dari jutaan sel saraf (neuron), yang bertugas mengoordinasikan semua aktivitas tubuh kita termasuk perasaan, penglihatan, berpikir, menggerakkan [otot]. Pada penderita ayan, kadang-kadang sinyal-sinyal tersebut, tidak beraktivitas sebagaimana mestinya. Hal ini dapat diakibatkan oleh berbagai unsur-unsur, antara lain; trauma kepala (pernah mengalami cedera di daerah kepala), tumor otak, dan lain sebagainya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align: justify;">Penyebab epilepsi</h2>
<p style="text-align: justify;">Otak kita terdiri dari jutaan sel saraf  (neuron), yang bertugas    mengoordinasikan semua aktivitas tubuh kita  termasuk perasaan,    penglihatan, berpikir, menggerakkan [otot].</p>
<p style="text-align: justify;">Pada penderita ayan, kadang-kadang  sinyal-sinyal tersebut, tidak    beraktivitas sebagaimana mestinya. Hal  ini dapat diakibatkan oleh    berbagai unsur-unsur, antara lain; trauma  kepala (pernah mengalami    cedera di daerah kepala), <a title="Tumor otak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tumor_otak">tumor otak</a>, dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Umumnya ayan mungkin disebabkan oleh kerusakan otak dalam proses kelahiran, luka kepala, <a title="Stroke" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Stroke">stroke</a>, tumor otak, alkohol. Kadang-kadang, ayan mungkin juga karena <a title="Genetika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Genetika">genetika</a>, tapi ayan bukan penyakit keturunan. Tapi penyebab pastinya tetap belum diketahui.</p>
<p style="text-align: justify;">Diagnosis</p>
<p style="text-align: justify;"><a title="Hippocrates" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hippocrates">Hippocrates</a> adalah orang pertama yang berhasil mengidentifikasi gejala ayan sebagai     masalah pada otak, roh jahat, dan sebagainya. Seseorang dapat     dinyatakan menderita ayan jika orang tersebut telah setidaknya mengalami     kejang yang bukan disebabkan karena <a title="Alkohol" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alkohol">alkohol</a> dan tekanan <a title="Darah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Darah">darah</a> yang sangat rendah. Alat bantu yang digunakan biasanya adalah:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><a title="MRI" href="http://id.wikipedia.org/wiki/MRI">MRI</a> (Magnetic resonance imaging) Menggunakan magnet yang sangat kuat untuk     mendapatkan gambaran dalam tubuh/otak seseorang. Tidak menggunakan <a title="Sinar-X" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sinar-X">Sinar-X</a>. MRI lebih peka daripada <a title="Tomografi terkomputasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tomografi_terkomputasi">CT Scan</a>.</li>
<li>EEG (electroencephalography) alat untuk memeriksa gelombang otak.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Orang-orang terkenal dengan ayan</p>
<p style="text-align: justify;">Ayan tidak identik dengan orang yang mengalami keterbelakangan <a title="Mental (page does not exist)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mental&amp;action=edit&amp;redlink=1">mental</a>. Berikut ini adalah beberapa dari sekian banyak orang ternama yang menderita ayan.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Penulis: <a title="Dante" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dante">Dante</a>, <a title="Moliere" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Moliere">Moliere</a>, <a title="Sir Walter Scott (page does not exist)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sir_Walter_Scott&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sir Walter Scott</a>, <a title="Edgar Allan Poe" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Edgar_Allan_Poe">Edgar Allan Poe</a>, <a title="Lord Byron" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lord_Byron">Lord Byron</a>, <a title="Percy Bysshe Shelley" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Percy_Bysshe_Shelley">Percy Bysshe Shelley</a>, <a title="Alfred Lord Tennyson" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alfred_Lord_Tennyson">Alfred Lord Tennyson</a>, <a title="Charles Dickens" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Charles_Dickens">Charles Dickens</a>, <a title="Lewis Carroll" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lewis_Carroll">Lewis Carroll</a>, <a title="Fyodor Dostoevsky" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fyodor_Dostoevsky">Fyodor Dostoevsky</a>, <a title="Gustave Flaubert" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gustave_Flaubert">Gustave Flaubert</a>, <a title="Leo Tolstoy" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Leo_Tolstoy">Leo Tolstoy</a>, <a title="Agatha Christie" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Agatha_Christie">Agatha Christie</a>, <a title="Truman Capote" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Truman_Capote">Truman Capote</a>.</li>
<li>Pemimpin Dunia: <a title="Alexander Agung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alexander_Agung">Alexander Agung</a>, raja Makedonia, <a title="Julius Caesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Julius_Caesar">Julius Caesar</a>, <a title="Napoleon Bonaparte" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Napoleon_Bonaparte">Napoleon Bonaparte</a>, <a title="Harriet Tubman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Harriet_Tubman">Harriet Tubman</a>.</li>
<li>Olahragawan: <a title="Marion Clignet (page does not exist)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Marion_Clignet&amp;action=edit&amp;redlink=1">Marion Clignet</a>, <a title="Buddy Bell (page does not exist)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Buddy_Bell&amp;action=edit&amp;redlink=1">Buddy Bell</a>, <a title="Bobby Jones (page does not exist)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bobby_Jones&amp;action=edit&amp;redlink=1">Bobby Jones</a>.</li>
<li>Ilmuwan: Isaac Newton, Alfred Nobel.</li>
<li>Musisi: <a title="Ian Curtis (page does not exist)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ian_Curtis&amp;action=edit&amp;redlink=1">Ian Curtis</a></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Otak kita terdiri dari jutaan sel saraf  (neuron), yang bertugas    mengoordinasikan semua aktivitas tubuh kita  termasuk perasaan,    penglihatan, berpikir, menggerakkan [otot].</p>
<p style="text-align: justify;">Pada penderita ayan, kadang-kadang  sinyal-sinyal tersebut, tidak    beraktivitas sebagaimana mestinya. Hal  ini dapat diakibatkan oleh    berbagai unsur-unsur, antara lain; trauma  kepala (pernah mengalami    cedera di daerah kepala), <a title="Tumor otak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tumor_otak">tumor otak</a>, dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Umumnya ayan mungkin disebabkan oleh kerusakan otak dalam proses kelahiran, luka kepala, <a title="Stroke" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Stroke">stroke</a>, tumor otak, alkohol. Kadang-kadang, ayan mungkin juga karena <a title="Genetika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Genetika">genetika</a>, tapi ayan bukan penyakit keturunan. Tapi penyebab pastinya tetap belum diketahui. <strong><em>Tapi cobadulu dengan obat herbal yaitu Gamat Gold G udah terbukti khasiatnya untuk pemesanan <a title="obat penyakit epilepsi" href="http://info-obatalami.com/pembelian-jelly-gamat">klik disini</a></em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://info-obatalami.com/obat/obat-penyakit-epilepsi-2/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Obat Penyakit Lupus</title>
		<link>http://info-obatalami.com/obat/obat-penyakit-lupus-4</link>
		<comments>http://info-obatalami.com/obat/obat-penyakit-lupus-4#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2011 06:00:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit Lupus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://info-obatalami.com/?p=457</guid>
		<description><![CDATA[Penyakit Lupus Penyakit lupus dan solusi pengobatannya Penyakit LUPUS adalah penyakit baru yang mematikan setara dengan kanker. Tidak sedikit pengindap penyakit ini tidak tertolong lagi, di dunia terdeteksi penyandang penyakit Lupus mencapai 5 juta orang, lebih dari 100 ribu kasus baru terjadi setiap tahunnya.Arti kata lupus sendiri dalam bahasa Latin berarti “anjing hutan”. Istilah ini]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align: justify;">Penyakit Lupus</h1>
<p style="text-align: justify;"><strong>Penyakit lupus dan solusi pengobatannya</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Penyakit LUPUS adalah penyakit baru yang  mematikan  setara dengan  kanker. Tidak sedikit pengindap penyakit ini  tidak  tertolong lagi, di  dunia terdeteksi   penyandang penyakit Lupus  mencapai  5 juta orang,  lebih dari 100 ribu kasus baru terjadi setiap  tahunnya.Arti kata lupus sendiri dalam bahasa Latin berarti “anjing  hutan”.   Istilah ini mulai dikenal sekitar satu abad lalu. Awalnya,    penderita   penyakit ini dikira mempunyai kelainan kulit,   berupa  kemerahan di   sekitar hidung dan pipi .  Bercak-bercak merah di bagian  wajah dan   lengan, panas dan rasa lelah berkepanjangan , rambutnya  rontok,   persendian  kerap bengkak dan timbul sariawan.  Penyakit   ini  tidak   hanya menyerang kulit,    tetapi juga dapat menyerang hampir  seluruh   organ yang ada di dalam tubuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Gejala-gejala penyakit  dikenal     sebagai   Lupus Eritomatosus   Sistemik  (LES) alias Lupus. Eritomatosus   artinya kemerahan. sedangkan   sistemik bermakna menyebar luas  keberbagai   organ tubuh. Istilahnya   disebut   LES atau Lupus.  Gejala-gejala yang umum dijumpai adalah:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li> Kulit yang mudah  gosong akibat   sinar matahari serta   timbulnya   gangguan   pencernaan.</li>
<li>Gejala  umumnya  penderita   sering merasa lemah,  kelelahan  yang      berlebihan, demam dan pegal-pegal.   Gejala ini terutama didapatkan    pada masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang.</li>
<li>Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi,    mirip kupu-kupu. Kadang disebut  (butterfly rash). Namun ruam merah    menyerupai cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan    kadang-kadang bersisik. Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka    wanita yang sudah terserang dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai    mengidap  Lupus.</li>
<li>Anemia yang diakibatkan oleh sel-sel darah merah yang dihancurkan oleh penyakit LUPUS ini</li>
<li>Rambut yang sering rontok dan rasa lelah yang berlebihan</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Dr. Rahmat Gunadi dari Fak. Kedokteran  Unpad/RSHS menjelaskan,   penyakit lupus adalah penyakit sistem imunitas  di mana jaringan dalam   tubuh dianggap benda asing. Reaksi sistem  imunitas bisa mengenai   berbagai sistem organ tubuh seperti jaringan  kulit, otot, tulang,   ginjal, sistem saraf, sistem kardiovaskuler,  paru-paru, lapisan pada   paru-paru, hati, sistem pencernaan, mata,  otak, maupun pembuluh darah   dan sel-sel darah.</p>
<p style="text-align: justify;">“Penyakit ini dapat mengenai semua  lapisan masyarakat, 1-5 orang di   antara 100.000 penduduk, bersifat  genetik, dapat diturunkan. Wanita   lebih sering 6-10 kali daripada  pria, terutama pada usia 15-40 tahun.   Bangsa Afrika dan Asia lebih  rentan dibandingkan kulit putih. Dan tentu   saja, keluarga Odapus.  Timbulnya penyakit ini karena adanya faktor   kepekaan dan faktor  pencetus yaitu adanya infeksi, pemakaian   obat-obatan, terkena paparan  sinar matahari, pemakaian pil KB, dan   stres,” ujarnya. Penyakit ini  justru kebanyakaan diderita wanita usia   produktif sampai usia 50 tahun  sekalipun ada juga pria  yang   mengalaminya. Oleh karena itu dianggap  diduga penyakit ini   berhubungan   dengan hormon estrogen.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada kehamilan dari perempuan yang  menderita lupus, sering diduga   berkaitan dengan kehamilan yang  menyebabkan abortus,   gangguan   perkembangan janin atau pun bayi  meninggal  saat lahir. Tetapi hal yang   berkebalikan juga mungkin atau  bahkan memperburuk geja LUPUS.  Sering   dijumpai gejala Lupus muncul  sewaktu  hamil atau setelah melahirkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tubuh memiliki kekebalan untuk     menyerang   penyakit dan menjaga   tetap sehat. Namun, dalam penyakit  ini kekebalan  tubuh justru    menyerang  organ tubuh yang  sehat.  Penyakit Lupus diduga berkaitan   dengan sistem imunologi yang berlebih.  Dalam tubuh seseorang terdapat   antibodi yang berfungsi menyerang  sumber penyakit yang akan masuk dalam   tubuh. Uniknya, penyakit Lupus  ini antibodi yang terbentuk dalam tubuh   muncul berlebihan. Hasilnya,  antibodi justru menyerang sel-sel jaringan   organ tubuh yang sehat.  Kelainan ini disebut autoimunitas . Antibodi   yang berlebihan ini, bisa  masuk ke seluruh jaringan dengan dua cara    yaitu :</p>
<p style="text-align: justify;">Pertama, antibodi aneh ini bisa    langsung menyerang   jaringan  sel   tubuh,  seperti   pada sel-sel  darah merah yang menyebabkan  selnya  akan  hancur. Inilah yang   mengakibatkan  penderitanya kekurangan sel  darah  merah atau anemia.</p>
<p style="text-align: justify;">Kedua, antibodi bisa bergabung dengan  antigen (zat perangsang   pembentukan  antibodi), membentuk ikatan yang  disebut kompleks   imun.Gabungan antibodi  dan antigen mengalir bersama  darah, sampai   tersangkut di pembuluh  darah   kapiler akan menimbulkan  peradangan.   Dalam keadaan normal, kompleks ini akan dibatasi oleh  sel-sel radang   (fagosit)   Tetapi, dalam keadaan abnormal,  kompleks  ini tidak dapat   dibatasi dengan   baik. Malah sel-sel radang tadi  bertambah banyak   sambil mengeluarkan  enzim, yang menimbulkan  peradangan di sekitar   kompleks. Hasilnya, proses peradangan akan  berkepanjangan dan akan   merusak organ  tubuh dan mengganggu fungsinya.  Selanjutnya, hal ini akan   terlihat  sebagai  gejala penyakit. Kalau  hal ini terjadi, maka dalam   jangka panjang fungsi organ  tubuh akan  terganggu.</p>
<p style="text-align: justify;">Kesembuhan total dari penyakit ini,  tampaknya sulit. Dokter lebih   berfokus pada pengobatan yang sifatnya  sementara.Lebih difokuskan untuk   mencegah meluasnya penyakit dan tidak  menyerang organ vital tubuh.</p>
<div style="text-align: justify;">Read more:  <a href="http://doktersehat.com/lupus-apa-itu-penyakit-lupus/#ixzz1dAIHdh1C">http://doktersehat.com/lupus-apa-itu-penyakit-lupus/#ixzz1dAIHdh1C</a>enyakit   LUPUS adalah penyakit baru yang mematikan  setara dengan kanker. Tidak   sedikit pengindap penyakit ini tidak  tertolong lagi, di dunia   terdeteksi   penyandang penyakit Lupus mencapai  5 juta orang, lebih   dari 100 ribu kasus baru terjadi setiap tahunnya.</div>
<p style="text-align: justify;">Arti kata lupus sendiri dalam bahasa  Latin berarti “anjing hutan”.   Istilah ini mulai dikenal sekitar satu  abad lalu. Awalnya,   penderita   penyakit ini dikira mempunyai kelainan  kulit,   berupa kemerahan di   sekitar hidung dan pipi .  Bercak-bercak  merah di bagian wajah dan   lengan, panas dan rasa lelah berkepanjangan  , rambutnya rontok,   persendian  kerap bengkak dan timbul sariawan.   Penyakit   ini tidak   hanya menyerang kulit,    tetapi juga dapat  menyerang hampir seluruh   organ yang ada di dalam tubuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Gejala-gejala penyakit  dikenal     sebagai   Lupus Eritomatosus   Sistemik  (LES) alias Lupus. Eritomatosus   artinya kemerahan. sedangkan   sistemik bermakna menyebar luas  keberbagai   organ tubuh. Istilahnya   disebut   LES atau Lupus.  Gejala-gejala yang umum dijumpai adalah:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li> Kulit yang mudah  gosong akibat   sinar matahari serta   timbulnya   gangguan   pencernaan.</li>
<li>Gejala  umumnya  penderita   sering merasa lemah,  kelelahan  yang      berlebihan, demam dan pegal-pegal.   Gejala ini terutama didapatkan    pada masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang.</li>
<li>Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi,    mirip kupu-kupu. Kadang disebut  (butterfly rash). Namun ruam merah    menyerupai cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan    kadang-kadang bersisik. Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka    wanita yang sudah terserang dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai    mengidap  Lupus.</li>
<li>Anemia yang diakibatkan oleh sel-sel darah merah yang dihancurkan oleh penyakit LUPUS ini</li>
<li>Rambut yang sering rontok dan rasa lelah yang berlebihan</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Dr. Rahmat Gunadi dari Fak. Kedokteran  Unpad/RSHS menjelaskan,   penyakit lupus adalah penyakit sistem imunitas  di mana jaringan dalam   tubuh dianggap benda asing. Reaksi sistem  imunitas bisa mengenai   berbagai sistem organ tubuh seperti jaringan  kulit, otot, tulang,   ginjal, sistem saraf, sistem kardiovaskuler,  paru-paru, lapisan pada   paru-paru, hati, sistem pencernaan, mata,  otak, maupun pembuluh darah   dan sel-sel darah.</p>
<p style="text-align: justify;">“Penyakit ini dapat mengenai semua  lapisan masyarakat, 1-5 orang di   antara 100.000 penduduk, bersifat  genetik, dapat diturunkan. Wanita   lebih sering 6-10 kali daripada  pria, terutama pada usia 15-40 tahun.   Bangsa Afrika dan Asia lebih  rentan dibandingkan kulit putih. Dan tentu   saja, keluarga Odapus.  Timbulnya penyakit ini karena adanya faktor   kepekaan dan faktor  pencetus yaitu adanya infeksi, pemakaian   obat-obatan, terkena paparan  sinar matahari, pemakaian pil KB, dan   stres,” ujarnya. Penyakit ini  justru kebanyakaan diderita wanita usia   produktif sampai usia 50 tahun  sekalipun ada juga pria  yang   mengalaminya. Oleh karena itu dianggap  diduga penyakit ini   berhubungan   dengan hormon estrogen.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada kehamilan dari perempuan yang  menderita lupus, sering diduga   berkaitan dengan kehamilan yang  menyebabkan abortus,   gangguan   perkembangan janin atau pun bayi  meninggal  saat lahir. Tetapi hal yang   berkebalikan juga mungkin atau  bahkan memperburuk geja LUPUS.  Sering   dijumpai gejala Lupus muncul  sewaktu  hamil atau setelah melahirkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tubuh memiliki kekebalan untuk     menyerang   penyakit dan menjaga   tetap sehat. Namun, dalam penyakit  ini kekebalan  tubuh justru    menyerang  organ tubuh yang  sehat.  Penyakit Lupus diduga berkaitan   dengan sistem imunologi yang berlebih.  Dalam tubuh seseorang terdapat   antibodi yang berfungsi menyerang  sumber penyakit yang akan masuk dalam   tubuh. Uniknya, penyakit Lupus  ini antibodi yang terbentuk dalam tubuh   muncul berlebihan. Hasilnya,  antibodi justru menyerang sel-sel jaringan   organ tubuh yang sehat.  Kelainan ini disebut autoimunitas . Antibodi   yang berlebihan ini, bisa  masuk ke seluruh jaringan dengan dua cara    yaitu :</p>
<p style="text-align: justify;">Pertama, antibodi aneh ini bisa    langsung menyerang   jaringan  sel   tubuh,  seperti   pada sel-sel  darah merah yang menyebabkan  selnya  akan  hancur. Inilah yang   mengakibatkan  penderitanya kekurangan sel  darah  merah atau anemia.</p>
<p style="text-align: justify;">Kedua, antibodi bisa bergabung dengan  antigen (zat perangsang   pembentukan  antibodi), membentuk ikatan yang  disebut kompleks   imun.Gabungan antibodi  dan antigen mengalir bersama  darah, sampai   tersangkut di pembuluh  darah   kapiler akan menimbulkan  peradangan.   Dalam keadaan normal, kompleks ini akan dibatasi oleh  sel-sel radang   (fagosit)   Tetapi, dalam keadaan abnormal,  kompleks  ini tidak dapat   dibatasi dengan   baik. Malah sel-sel radang tadi  bertambah banyak   sambil mengeluarkan  enzim, yang menimbulkan  peradangan di sekitar   kompleks. Hasilnya, proses peradangan akan  berkepanjangan dan akan   merusak organ  tubuh dan mengganggu fungsinya.  Selanjutnya, hal ini akan   terlihat  sebagai  gejala penyakit. Kalau  hal ini terjadi, maka dalam   jangka panjang fungsi organ  tubuh akan  terganggu.</p>
<p style="text-align: justify;">Kesembuhan total dari penyakit ini,  tampaknya sulit. Dokter lebih   berfokus pada pengobatan yang sifatnya  sementara.Lebih difokuskan untuk   mencegah meluasnya penyakit dan tidak  menyerang organ vital tubuh<br />
Read more:  <a href="http://doktersehat.com/lupus-apa-itu-penyakit-lupus/#ixzz1d7NAaZsY">http://doktersehat.com/lupus-apa-itu-penyakit-lupus/#ixzz1d7NAaZsY</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Aternatif pengobatan lupus</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Teripang Jinakkan Serigala Liar /lupus , sumber trubus(Edisi: 441 – Agustus 2006/XXXVII, hlm. 122)</p>
<p style="text-align: justify;">Bayangan kematian menyergap benak Rachma   Dwiyanti ketika dokter  mendiagnosis lupus. Perempuan 32 tahun itu   gontai keluar dari ruang  praktek. Tiba-tiba saja ia takut menghadapi   kehidupan. Maklum, sebulan  silam nyawa adiknya terenggut karena  penyakit  itu. Haruskah ia  mengikuti jejak sang adik menuju ke  haribaan-Nya?</p>
<p style="text-align: justify;">Kengerian itu berawal pada sebuah siang   nan terik. Ketika berlibur  di Yogyakarta, alumnus Universitas  Diponegoro  itu menyempatkan diri ke  Malioboro. Di pusat keramaian itu  tiba-tiba  mata kaki terasa amat  nyeri, seperti dipukul palu. Tak kuasa  menahan  nyeri, ia pun menjerit  sehingga puluhan pasang mata tertuju  padanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Semula Rachma Dwiyanti mengira terkilir   akibat kelelahan. Itu  diperkuat pernyataan ahli refleksi yang  ditandangi  beberapa saat  setelah peristiwa terjadi. Setelah dipijit  satu jam, rasa  nyeri lenyap.  Namun, seminggu berselang, ketika Rachma  kembali ke  Banjarmasin, rasa  nyeri kembali hinggap. Kali ini, rasa  nyeri tak mempan  diurut. Ia tak  bisa menggerakkan seluruh tubuhnya  lantaran nyeri  meluas. “Jika kambuh,  jalan menjadi susah,” kata  Rachma. Wanita  kelahiran 21 Januari 1974  itu berbaring di tempat tidur  lantaran tak  berdaya melakukan aktivitas  apa pun.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain nyeri di seluruh sendi, di tangan   kerap muncul benjolan. Jika  sudah begitu, ia demam dan tangan tak  mampu  digerakkan. Menjelang  malam penghujung Mei 2005, nyeri hebat ia   rasakan, sehingga berjalan  pun terseok-seok. Suaminya, Muhammad  Frisyal  Pattisahusiwa yang baru  pulang dari bekerja terkejut. Frisyal  baru  menyadari penyakit istrinya  bukan sekedar pegal linu yang mudah   disembuhkan obat warung. Ia  langsung melarikan Rachma ke rumah sakit   yang berjarak 40 km dari  rumahnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4 dari 11</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Diagnosis dokter menunjukkan penyakit   yang diderita Rachma bukan  sembarang rematik. Lantas ia dirujuk ke ahli   rematologi di Rumah Sakit  Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Di sana  ia  menjalani serangkaian tes  imunologi dan serologi. Hasilnya, ANA   (antinuclear AB) pada darah ibu 2  anak itu positif kuat. Nilai C3 hanya   72 mg/dl jauh di bawah kisaran  normal, 90-180 mg/dl. Artinya ia  mengidap  Sistemic Lupus Erythema (SLE)  yang lebih dikenal dengan  sebutan lupus.  ANA merupakan parameter  lupus.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika positif berarti ada aktivitas   antibodi penyebab lupus.  Sedangkan C3 dan C4, bagian kelompok protein   globulin darah penghambat  terjadinya peradangan dan infeksi. Jika   nilainya di bawah kisaran,  berarti mudah terjadi reaksi radang penyebab   linu. Setelah 6 bulan  bergelut dengan nyeri sendi, Rachma sadar   penyakitnya sama dengan  penyebab kematian sang adik. Sebelumnya ia   sempat curiga, tetapi dari  berbagai informasi yang ditelusuri sangat   jarang saudara sekandung  mengidap lupus. Namun, ia merasa beruntung   penyakit ini terdeteksi  lebih awal dibandingkan adiknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekitar 12 tahun dokter memvonis Dina   -begitu adiknya dipanggil-  hanya nyeri rematik. Saat Dina merasa   kesakitan ketika disentuh,  anggota keluarga lain mengira ia bercanda.   Lima bulan menjelang ajal  barulah ketahuan ia mengidap penyakit   kelebihan imun.</p>
<p style="text-align: justify;">Kelebihan imun akibat tubuh memberi   reaksi berlebih terhadap  rangsangan benda asing. Kemudian tubuh   memproduksi terlalu banyak  antibodi atau semacam protein yang malah   ditunjukan untuk melawan  jaringan tubuh sendiri. Sebab antibodi yang   diproduksi berupa  antinuclear AB (ANA) dan Anti double stranded DNA   (Anti ds DNA) yang  justru merusak tubuh.</p>
<p style="text-align: justify;">“Gejalanya biasa-biasa saja, sehingga   banyak dokter yang tidak  mengetahui itu adalah gejala lupus. Banyak   penderita lupus yang  meninggal karena tidak terdeteksi secara benar”,   ujar dr. Toga Iwanoff  Kasjmir SpPD-KR, ahli rematologi RSCM. Gejala   penyakit ini hanya berupa  demam, nyeri sendi, lemah atau lesu, dan   rendahnya trombosit.</p>
<p style="text-align: justify;">Agar tidak terjadi kesalahan diagnosis,   ahli-ahli medis menggunakan  daftar 11 kriteria ARA (American  Rheumatism  Association) untuk  mendiagnosis lupus. Di antaranya ruam  diskoid atau  bercak putih di  wajah, ruam malar kupu-kupu, radang  selaput paru-paru  atau jantung, dan  kelainan ginjal– protein dalam air  kencing melebihi  500 mg/24 jam.</p>
<p style="text-align: justify;">Indikasi lain, radang sendi non-erosif   pada 2 sendi atau lebih,  kelainan darah seperti anemia, leukopenia,   trombositopenia,  fotosensitivitas (sensitif terhadap sinar matahari),   dan kelainan  sistem saraf kejang atau kelainan jiwa.</p>
<p style="text-align: justify;">Sariawan di rongga mulut dan   tenggorokan, kelaian immunologi (anti  ds DNA positif, anti antibodi   positif atau sel LE positif),  anti-antibodi positif atau sel LE   positif), dan kadar antibodi  -antinuklir (ANA) abnormal) juga menjadi   pertanda serangan lupus. Jika  terdapat 4 gejala dari 11 parameter di   atas, maka seseorang didiagnosis  mengidap lupus.</p>
<p style="text-align: justify;">“Sayangnya, gejala itu muncul dalam   waktu panjang”, kata dokter  alumnus Universitas Indonesia itu. dari  satu  gejala ke gejala lain  kerap berselang satu tahun.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Wajah Rembulan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk mengatasi lupus, Rachma menenggak   obat-obat mengandung steroid  dan metrotreksit untuk kanker. Obat itu   dikonsumsi agar serangan lupus  tidak meluas ke organ tubuh lain. Namun,   mengasup bahan kimia itu  justru menambah penderitaan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Tiga gigi saya patah dalam satu tahun”,   kata Rachma. Steroid memang  bahan kimia pengeropos kalsium tulang dan   gigi. selain itu, wajahnya  membulat -dikenal dengan istilah moonface   (wajah rembulan)-, kulit  kering, rambut rontok, tulang punggung linu   setiap saat, asam urat  meningkat, dan lambung perih. Walau begitu,   Rachma tetap  mengkonsumsinya. Sebab, obat-obatan lupus memang hanya   steroid.</p>
<p style="text-align: justify;">Awal Maret 2006, Rachma membaca artikel   Trubus tentang tripang (sea  cucumber) mengendalikan lupus sendi.   Lantaran ingin mempercepat  kesembuhan, Rachma langsung mencobanya.   Setelah seminggu mengkonsumsi,  penderitaannya berkurang. Linu hilang,   rambut menjadi tebal, kulit  kembali kenyal dan halus. Sebelumnya, efek   steroid membuat kulit Rachma  kusam dan kering.</p>
<p style="text-align: justify;">Kabar gembier itu juga dibuktikan   melalui tes laboratorium setelah  satu bulan konsumsi gamat (tripang).   Hasilnya, niai ANA negatif, C3  sebagai aktivitas protein antibodi   berkisar normal dengan angka 98  mg/dl, C4 meningkat ke angka 20 mg/dl,   dan Laju Endap Darah 19 mm/jam.  Ginjalnya diperiksa untuk mengetahui   efek samping konsumsi gamat. Nilai  uretum 15 mg/dl, tetap pada ambang   batas 13-43 mg/dl dan kreatinin 0,6  mg/dl, pada kisaran normal 0,5-0,9   mg/dl.</p>
<p style="text-align: justify;">“Dokter bilang, lupus saya lebih   terkendali,” kata Rachma. Kesehatan  itu dapat bertahan asal ia   menghindari matahari langsung pada pukul  10.00-15.00, istirahat cukup   dan mengasup makanan bergizi.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Howard Benedikt, MS, DC ahli   nutrisi dari Long Island  University, Amerika Serikat, menyebutkan   vitamin E, omega-3 EPA, dan  kelompok antioksidan gamat berpengaruh  dalam  pembuangan sitokinin.  Hasil temuan Dr. Mittchell Kurk direktur  medis  Biomedical  Revitalization Center of Laurence, New York,  menunjukkan  gamat  meningkatkan kesehatan fisik bagi 70% pengidap  radang atau linu  sendi,  tanpa efek samping. Sebab gamat memiliki  komponen kondroprotektif  yang  memperbaiki tulang muda dengan  merangsang metabolisme  anaboliskondrosit  serta menghambat reaksi  katabolisme saat  peradangan.******* Info  pemesanan klik <a title="Obat penyakit LUPUS" href="http://info-obatalami.com/pembelian-jelly-gamat" target="_blank">disini</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mereka Selamat Berkat Gamat , sumnber : Trubus online: Wednesday, 01 March 2006 00:00 </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jelly Gamat Obat lupus sendi</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Penderitaan itu seperti merampas   kebahagiaan Dewi Anggraeni yang  baru saja menikah. Delapan purnama   seperti bergulir lebih cepat ketika  ia lemas, pegal, lambung perih,   sering muntah, serta kehilangan  keseimbangan. Ia mengira masuk angin,   sehingga hanya membeli obat yang  dijual bebas.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih dari seminggu, sakit dan letih tak   kunjung membaik. Itulah  sebabnya ia memeriksakan diri ke dokter. Ahli   medis mendiagnosis ia  terlalu lelah bekerja sehingga hanya diberi   vitamin. Toh, kondisinya  kian memburuk. Naik tangga berjarak 5 meter,  ia  butuh satu jam dengan  keringat dingin tak henti mengucur. Kian hari   kesehatan Dewi semakin  menurun, sehingga ia hanya bisa terbaring di   tempat tidur.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Lupus sendi</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pada penghujung 1997 ia dirujuk ke   dokter darah Rumah Sakit Pusat  Pertamina. Ia menjalani tes serologi dan   imunologi. ?Anti ds DNA (anti  double stranded DNA) melebihi ambang  batas  dan ANA (anti nuclear AB)  Anda positif,? kata dr Dewata Dermawan  SpPD,  dokter hematologi dan  onkologi yang memeriksa Dewi. Lazimnya  kisaran  anti ds DNA adalah 0 –  200 IU/ml sedangkan Dewi 258 IU/ml.  Anti ds DNA  dan ANA adalah penanda  aktivitas penyakit lupus. Selain  itu nilai laju  endap darah (LED) juga  jadi parameter lupus, dengan  kisaran normal 0 –  15 mm/jam.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada 1997, hampir tak ada informasi   tentang penyakit lupus. Ia  mengira dokternya bercanda. ?Ia terkena  lupus  yang menyerang sendi,  karenanya sulit bergerak,? kata dokter  yang kini  berpraktek di Rumah  Sakit Internasional Bintaro, Tangerang.  Sejak saat  itu Dewi mulai  menenggak obat-obatan mengandung steroid dan  metrotreksit  untuk kanker.  Obat itu dikonsumsi agar serangan lupus  tidak meluas ke  organ tubuh  lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebulan kemudian, penderitaan wanita   berkulit putih bersih itu  justru bertambah. Wajahnya membulat – dikenal   dengan istilah moonface –  , kulit kering, tulang-tulang linu setiap   saat, lambung perih meronta.  Ia lantas meminta obatnya diganti, tetapi   apa daya, peredam penyakit  lupus memang hanya steroid. Oleh karena  itu,  obat-obatan dokter  ditinggal, beralih pada refleksi, terapi jus,  dan  meminum suplemen di  bawah pantauan dokter. ?Yang paling penting,  ia  tidak meminum obat yang  merusak ginjalnya,? kata dokter alumnus   Universitas Indonesia itu.  Jika ginjal rusak, obat-obatan justru memacu   kematian karena tak ada  organ pengolahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada awal 2003 rekannya menyodorkan   suplemen berbahan teripang. Ia  meminumnya dengan dosis 2 sendok makan 3   kali sehari. Dampaknya,  tidurnya nyenyak. Penderita lupus kerap   terbangun pada malam hari  karena saraf terhentak. Kemudian ia sanggup   berjalan tanpa dipapah,  duduk tanpa bantalan, berenang, dan ia pun   diperbolehkan mengikuti  program hamil. Kini penampilannya lebih segar,   rambut tebal, dan kulit  lembut bersinar.</p>
<p style="text-align: justify;">Tes laboratorium dilakukan setelah 2   tahun rutin mengkonsumsi  teripang. Hasilnya, nilai anti ds DNA hanya  5,7  serta laju endap  darahnya menurun menjadi 8 mm/jam dari sebelumnya  67  mm/jam. Kondisinya  memang membaik tapi bukan berarti sembuh. Dalam  dunia  kedokteran,  lupus tidak bisa disembuhkan dan belum ada obatnya.  Asal  mengontrol  diri terhadap makanan dan tidak terkena sinar  matahari  berlebih, derita  lupus takkan menjangkit. ?Ginjalnya tetap  oke, sama  sekali tidak  masalah. Untuk penderita lupus memang sebisa  mungkin obat  kimia  dihindari,? kata dr Dewata sambil mengakui  pasiennya memiliki  kondisi  jauh lebih baik.   Info pemesanan klik <a title="obat penyakit lupus" href="http://info-obatalami.com/pembelian-jelly-gamat">disini</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Antidiabetes</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Khasiat produk teripang Stichopus   hermanii juga dirasakan oleh dr  Pieter A.W Pattinama, MPH. Derita   diabetes mellitus sejak 1972 tak  kunjung sembuh. Kadar gula darahnya  500  mg/dl. Luka di telapak kaki  mantan direktur Rumah Sakit PGI  Cikini, itu  Jakarta, terus menganga.  Pria 59 tahun itu wajib menyuntik  insulin 3  kali dengan dosis 30  unit/hari dan mengkonsumsi Diamicron.  Untuk  mempercepat penyembuhan,  dokter itu rutin menjalani terapi ozon.  Kaki  dibungkus dengan plastik  berisi gas alam. Hasilnya, luka itu  menutup dan  sembuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, pada awal Februari 2003 luka itu   kambuh kembali, terdapat  lubang sedalam 6 cm dan lebar 10 cm x 10 cm.   Setelah operasi lukanya  bersih dari nanah tetapi tak menutup walau di   terapi ozon. Dokter di  rumah sakit menganjurkannya diamputasi atau   transplantasi kulit agar  lukanya lenyap. Lantas, ia mengganti dengan   terapi akupuntur yang  membuat peredaran darah meningkat.</p>
<p style="text-align: justify;">Itu dibarengi mengkonsumsi jeli   teripang. Sedikit demi sedikit luka  menutup. Konsumsi teripang   menurunkan nilai gula darahnya menjadi 160  mg/dl dalam 2 bulan. Itu   sebabnya suntikan insulin menjadi 3 kali 15  unit per hari dan  hemoglobin  darahnya juga meningkat dari 9 menjadi 15  g/dl. Dokter yang  juga dosen  di Fakultas Kesehatan Masyarakat  Universitas Indonesia itu  yakin,  teripang membantu penyembuhan dan  meningkatkan kesehatan  tubuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Berbagai penyakit</p>
<p style="text-align: justify;">Beragamnya kandungan gizi Stichopus   hermanii menyembuhkan beberapa  penyakit (baca: Penyembuh dari Dasar   Samudera halaman 52). Selain lupus  dan diabetes, gamat – sebutan   teripang di Malaysia – telah  mengembalikan detak jantung Taurini,   pengidap jantung bocor sejak  lahir. Lima tahun lalu ketika berusia 47   tahun, ia kerap pingsan dan 8  kali bolak- balik ke rumah sakit dalam   satu bulan. ?Dokter bilang harus  dioperasi, tak ada jalan lain , itu   berarti saya butuh seratus juta,?  kata ibu 3 anak itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Lantaran terimpit biaya, operasi itu   batal. Obat dokter berupa  Asparca, Ascardia, dan ISDN yang semestinya   menjadi obat seumur hidup  juga dihentikan. Semua kerabat dipanggil  untuk  melihatnya terakhir  kali. Saat itulah sepupunya datang membawa  jeli  teripang dan  menganjurkan rutin meminumnya. Dalam seminggu bobot   tubuhnya naik 10  kilogram dan dokternya terkejut melihat ia mampu   berjalan dan wajahnya  berseri. ?Paling tidak kondisi saya jauh lebih   baik tanpa harus  operasi,? katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Stroke yang diderita Hendriyati Kaban,   Sri Lestari Th eedens, dan  Iwan juga enyah. Akhir 30 Oktober 2004  ketika  Sri beranjak bangun pagi,  kaki dan tangannya tak bisa  digerakkan, nilai  tekanan darah pun  melonjak naik ke angka 180/130.  Setelah 2 minggu  megkonsumsi teripang,  sarafnya kembali normal dan  tekanan darah turun  menjadi 130/90.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak hanya orang dewasa yang   mengkonsumsinya, bahkan bayi sekalipun  aman menelannya. Ellsye, cucunya   berusia 3 tahun, lepas dari  penderitaan diare dalam hitungan jam.   Padahal sebelumnya cucunya itu 20  kali bolak-balik ke peturasan. Efek   pada anak juga dirasakan dr Maria  Theresia Karnadi MS, kepala  Poliklinik  Umum Kejaksaan Tinggi DKI  Jakarta. Setidaknya itu terlihat  dari hasil  rapor 2 anaknya pada kelas 4  SD dan 3 SMP melesat dibanding  sebelum  mengkonsumsi gamat.</p>
<p style="text-align: justify;">Anak saya bilang mereka lebih   konsentrasi,? kata alumnus Fakultas  Kedokteran Universitas Trisakti  itu.  Walau penelitian mengenai efek  gizi teripang terhadap penyembuhan   penyakit belum ada, mereka yang  selamat berkat gamat percaya,  penyakit  yang hinggap di tubuh mereka  berangsur lenyap. Yang  dibutuhkan hanya  asupan rutin gamat dan pola  hidup sehat. (Vina  Fitriani/Peliput: Syalita  Fawnia)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://info-obatalami.com/obat/obat-penyakit-lupus-4/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>penyakit tumor lambung</title>
		<link>http://info-obatalami.com/obat/penyakit-tumor-lambung-2</link>
		<comments>http://info-obatalami.com/obat/penyakit-tumor-lambung-2#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2011 01:54:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit dan Obatnya]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit tumor lambung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://info-obatalami.com/?p=426</guid>
		<description><![CDATA[Penyakit tumor lambung Penyakit Tumor Lambung sembuh dengan jelly gamat gold Sumber Trubus, Edisi: Senin, 04 September 2006, Teripang Akhiri Derita Tumor Lambung Tumor lambung itu datang dengan isyarat ruam-ruam merah di permukaan kulit Retno Dewi Kurniati yang putih. Demam kemudian mengiringinya. Ia menduga itu gejala serangan cacar air. Namun, 4 jam berselang, kerongkongan perempuan]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align: justify;">Penyakit tumor lambung</h1>
<p style="text-align: justify;"><strong>Penyakit Tumor Lambung sembuh dengan jelly gamat gold </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sumber Trubus, Edisi: Senin, 04 September 2006, Teripang Akhiri Derita Tumor Lambung</p>
<p style="text-align: justify;">Tumor lambung itu datang dengan isyarat  ruam-ruam merah di permukaan kulit Retno Dewi Kurniati yang putih. Demam  kemudian mengiringinya. Ia menduga itu gejala serangan cacar air.  Namun, 4 jam berselang, kerongkongan perempuan 41 tahun itu seperti  tersumbat. Betapa sulitnya bernapas saat itu. Ia merasa maut menjemput  sehingga dengan terbata-bata meminta maaf kepada suami.Mendengar  kata-kata sang istri, Danu Ismedi-suami Retno-hanya tertegun. Saya  mengira istri saya terkena serangan jantung, kenang Danu.Tak tega melihat penderitaan istri,  keesokan harinya Danu bergegas membawa Retno ke dokter. Saran dokter,  agar Retno diperiksa di Rumahsakit Mitra Internasional, Jatinegara,  Jakarta Timur. Namun sebelumnya, ibu dua anak itu mesti dirontgen dan  cek darah.Di rumahsakit rujukan, dokter spesialis  penyakit dalam memeriksa hasil tes darah dan rontgen. Kesimpulan dokter:  tak ada masalah pada jantung Retno. Dokter menduga, ia hanya menderita  gastroartritis alias radang lambung. Oleh sebab itu, Retno hanya diberi  resep obat untuk mengurangi mual dan kembung seperti yang diberikan pada  penderita maag.</p>
<p style="text-align: justify;">Endoskopi</p>
<p style="text-align: justify;">Semakin hari derita Retno kian  bertambah. Selain sesak napas yang semakin kerap kambuh, perutnya juga  membuncit. Di kantor, banyak rekan yang menyangka saya hamil, ujar  Retno. Dua pekan kemudian, Danu membawa Retno ke salah seorang  kerabatnya yang juga dokter spesialis penyakit dalam. Hasil diagnosis  kerabatnya itu pun sama: Retno hanya menderita gastroartritis.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena tak ada gejala membaik, Retno  mencoba pengobatan alternatif. Sambil mengkonsumsi obat dokter, ia juga  mengasup herbal. Sayang, sebulan mengkonsumsi herba itu tak juga  mengurangi derita Retno. Ia pun mencoba pengobatan alternatif berupa  terapi aura. Hasilnya sama, tak ada perubahan berarti.</p>
<p style="text-align: justify;">Retno kembali berkonsultasi dengan  dokter klinik di tempatnya bekerja. Dokter menyarankan untuk menemui  salah seorang dokter spesialis penyakit dalam lainnya di rumahsakit  tempat ia memeriksakan diri pertama kali. Karena penasaran, akhirnya  Retno menuruti.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada Mei 2005, Retno menemui dokter yang  disarankan itu. Ia pun menceritakan keluhan dan aneka pengobatan yang  tak kunjung menyembuhkan penyakitnya. Sang dokter akhirnya menyarankan  untuk dilakukan endoskopi. Setelah dibius, sebuah kamera mikro  dimasukkan ke mulut Retno. Secara perlahan kamera itu menyusuri  kerongkongan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dibakar</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kamera mencapai lambung, dokter  melihat kejanggalan. Pada dinding lambung terdapat beberapa benjolan.  Pada lambung istri Anda terdapat polip, kata Danu menirukan ucapan  dokter. Menurut dr Arijanto Jonosewojo SpPD, spesialis penyakit dalam RS  Dr Soetomo, Surabaya, polip lambung semacam tumor. Seperti halnya  tumor, polip merupakan pertumbuhan sel dinding lambung (mukosa) yang  abnormal. Penyebabnya belum jelas. Kemungkinan besar disebabkan faktor  genetik, katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Polip menyebabkan produksi asam lambung  meningkat. Akibatnya, perut kembung. Dalam jangka waktu tertentu, polip  dapat berubah menjadi kanker. Oleh sebab itu harus segera ditangani.  Pada tahap awal, pasien diberi obat-obatan untuk meningkatkan kekebalan  tubuh sehingga mematikan sel tumor.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika sudah membesar, polip harus  dibakar. Itulah yang ditawarkan dokter kepada Retno. Meski mulanya  ngeri, akhirnya Retno menyanggupi. Pada Juni 2005, ia kembali menemui  sang dokter. Setelah dibius, kamera mikro dan alat pembakar berupa  batang elastis sebesar sapu lidi dimasukkan ke dalam lambung melalui  mulut. Ujung alat berbahan logam yang dipanaskan. Kemudian, ujung alat  itu disentuhkan satu per satu pada benjolan-benjolan di dinding lambung  hingga luruh.</p>
<p style="text-align: justify;">Operasi itu berjalan singkat, hanya 15  menit. Setelah siuman, Retno diperbolehkan pulang. Agar benar-benar  sembuh, Retno dibekali 3 obat berupa tablet dan 1 obat cair. Obat tablet  dikonsumsi 3 kali sehari masing-masing 1 tablet; obat cair  masing-masing 1 sendok makan. Selama penyembuhan, Retno mesti disiplin  mengkonsumsi obat. Jika luput, terapi mesti dilakukan dari awal. Ia pun  harus berpantang makanan yang menghasilkan gas saat dicerna di lambung,  seperti kubis, daun singkong, cokelat, dan keju.</p>
<p style="text-align: justify;">Setiap dua pekan, Retno memeriksakan  diri. Tak terasa, delapan bulan sudah wanita kelahiran Bogor itu  menjalani proses penyembuhan. Selama itu pula ia terus-menerus  mengkonsumsi obat-obatan kimia. Namun, kesembuhan tak juga menghampiri.  Buktinya saya harus minum obat terus. Berarti lambung saya belum sembuh,  katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada Maret 2006, ia membaca Trubus yang  memuat artikel tentang khasiat jeli teripang untuk mengobati penyakit  lambung. Karena berharap sembuh, Retno pun menghubungi salah satu agen  dan memesan jeli teripang. Jeli gamat-sebutan teripang di Malaysia-itu  dikonsumsi 3 kali sehari masing-masing 1 sendok makan. Khawatir  menimbulkan efek buruk, Retno berhenti mengkonsumsi obat dokter.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiga hari mengkonsumsi jeli teripang,  kondisi tubuh Retno mulai membaik. Badan saya lebih fit dan tidur lebih  nyenyak, katanya. Keesokan harinya Retno memeriksakan diri. Saat  diperiksa, dokter menyatakan kondisi lambungnya sudah membaik. Padahal,  pada pemeriksaan sebelumnya, tak satu pun komentar itu terucap dari sang  dokter. Ia pun tak dianjurkan lagi untuk memeriksakan diri. Untuk  berjaga-jaga, dokter hanya meresepkan satu jenis obat.</p>
<p style="text-align: justify;">Antiangiogenesis</p>
<p style="text-align: justify;">Keampuhan gamat atau teripang jeli  mengusir tumor telah dibuktikan Tong Y, dkk, dari Divisi Farmakologi  Antitumor, State Key Laboratory of Drug Research, Shanghai Institute of  Materia Medica, Chinese Academy of Sciences, Shanghai, Cina. Tong  mengisolasi saponin sulfat dari teripang Pentancta quadrangulari yang  disebut philinopside A. Dengan menyuntikkan 2-10 mikroliter philinopside  A pada aorta tikus, sanggup mencegah pembentukan pembuluh darah mikro  baru (angiogenesis) pada sel tumor. Akibatnya, sel tumor tidak mendapat  pasokan nutrisi sehingga sel urung berkembang dan akhirnya mati. Hasil  itu membuktikan bahwa philinopside A pada teripang berpotensi sebagai  antitumor.</p>
<p style="text-align: justify;">Nun di Rusia, Popov AM, periset Pacific  Institute of Bioorganic Chemistry, Far East Division of the Russian  Academy of Sciences, Vladivostok, Rusia, juga meneliti khasiat teripang  mengatasi tumor. Ia membandingkan efek sitotoksik antara teripang dan  ginseng. Pada pemberian 5-20 mikrogram ginsenosida-karbohidrat pada  ginseng-tidak memberikan efek sitotoksik yang signifi kan. Sedangkan  glikosida dari teripang seperti echinosida A dan B, holothurin A dan B,  holotoxin A1, dan curcumariosida G1, mempunyai aktivitas sitotoksik  signifikan. Hal itu mengukuhkan khasiat teripang yang berpotensi  antitumor dan antikanker.</p>
<p style="text-align: justify;">Beragam senyawa aktif yang terkandung  dalam teripang itulah yang berperan mengatasi polip lambung alias tumor  lambung. Dengan mengkonsumsi ekstrak teripang secara rutin, Retno Dewi  Kurniati akhirnya sembuh dari derita polip lambung.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kisah nyata  Lain pendarahan lambung sembuh dengan jelly gamat gold</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Nama                     : Tio Ngie An<br />
Umur                     : 56 Tahun<br />
Alamat                  : Medan<br />
Keluhan                : Pendarahan lambung<br />
Jenis Prodak       : Gold G sea cucumber</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://penyakit.biz/cara-pembelian"><img title="tio ngie an" src="http://www.penyakit.biz/wp-content/uploads/2010/03/tio-ngie-an.jpg" alt="tio ngie an" width="80" height="116" /></a>Selama  kurang lebih 3 minggu,setiap hari saya buang air besar dan kotorannya  berwarna hitam. Saya berobat ke dokter tetapi makin lama kotoran saya  bertambah kecil seperti kelereng dan bahkan tidak bisa keluar lagi. Saya  pun sempat pingsan di kamar mandi sewaktu BAB.saya sempat putus asa  karena sudah berobat ke beberapa dokter internist tapi penyakit saya  tidak kunjung sembuh.Akhirnya saya bertanyakepada teman saya dan saya  dianjurkan mengkonsumsi Gold-G(gamat), keesokan harinya warna kotoran  sudah normal dan saya bisa BAB dengan lancar dan tidak pantang makanan  lagi seperti sebelumnya. Wajah saya pun yang sebelumnya pucat sudah  berubah menjadi merah muda dan kondisi tubuh semakin prima. Gold-G sudah  menolong hidup saya dari ketakutanmenjadi kesenangan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://info-obatalami.com/obat/penyakit-tumor-lambung-2/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

